Selasa, 21 Agustus 2018

Prambanan Jazz 2018; Kesan dan Cerita Keseruan di Dalamnya


Kalau kamu cukup mengenalku, kamu pasti tahu kalau aku suka banget nyanyi, karaokean, dan nonton konser. Wait, sebelum beranggapan kalau suaraku bagus dan aku jago main musik, mari kita luruskan. Pertama, walaupun aku suka nyanyi tapi percayalah suaraku sungguh tydac bagus. Kedua, aku suka banget karaoke karena di sana aku bisa dapat nilai 99 plus bonus tepuk tangan walaupun nadaku berantakan. Ketiga, aku suka nonton konser musik karena aku bisa nyanyi teriak-teriak tanpa ada yang bilang "berisik, Tir!!!" atau "nadanya nggak pas, Tir!!!" Yes, everybody doesn't give a f*ck how bad your voice is, as long as you can sing along.

Sampai sini kamu tahu dong gimana kira-kira suaraku? Gapapa, I love myself :))

Sudah cukup pembukaanya, mari kita masuk ke inti tulisan yang tida ber-inti ini. Jadi, dua hari kemarin aku nonton acara musik yang lumayan hits di Jogja, Prambanan Jazz 2018. Dari pengalamanku, ada beberapa poin yang aku amati dan aku coba bagikan melalui tulisan ini.

NB: Aku akan ulas printilan-printilan acaranya, yang memang beberapa tida esensial. Jadi jangan berekspektasi kalau aku akan sharing tentang kualitas musik setiap performer-nya, tentu tida dong~

Hal-hal umum yang perlu kamu tahu tentang Prambanan Jazz 2018



Pertama, acara ini diadakan di Candi Prambanan, iya dong masa di Malioboro (sampe sini udah merasa waktumu terbuang sia-sia baca ini?) Kedua, walaupun acara ini bertajuk "Jazz" tapi  line-up nya nggak semua penyanyi Jazz, justru yang bener-bener musisi jazz bisa dihitung jari. Ketiga, acaranya berlangsung 3 hari, yang masing-masing dibagi ke dalam 2 panggung; Hanoman stage dan Rorojonggrang stage. Keempat, harga tiketnya bisa dibilang nggak 'anak kosan friendly'. Kamu harus merogoh kocek Rp. 700.000 untuk bisa nonton Prambanan Jazz kelas festival selama 3 hari, itu belum termasuk spesial show. Kalau kamu beli daily pass kamu harus mengeluarkan uang Rp.300.000 untuk kelas festival (tidak termasuk spesial show) dan Rp.400.000 kelas festival (termasuk spesial show). Walaupun nggak murah, tapi worth it lah buat kamu penikmat musik dan pengen nonton konser dengan pemandangan kemegahan candi yang luar biasa bagus, you can feel that great atmosphere.

Line-up yang nggak sebanyak tahun lalu, mungkin jadi faktor Prambanan Jazz 2018 nggak lagi bermasalah dengan waktu yang molor. Justru on time banget, salut!

Kamu pasti masih ingat soal postingan Instagram Afgan tahun 2017 soal acara Prambanan Jazz yang super molor dan lampu panggungnya terpaksa dimatikan karena Sarah Brightman harus tampil? Peristiwa ini nggak akan kamu temukan di Prambanan Jazz 2018 (yaiyalah, kan emang tahun ini nggak ada Afgan dan Sarah Brightman, duh). Belajar dari tahun lalu, tahun ini acaranya on time banget dan susunan acaranya rapi. Saking on time nya sampe-sampe aku kelewatan 2 lagu Rendy Pandugo dan 4 lagu Abdul & The Coffee Theory gara-gara aku dateng telat #pengenangis. 

Line-up Prambanan Jazz 2018 ini lebih sedikit dari tahun 2017 yang sampe 50 penampil. Tahun ini bisa dibilang memang nggak terlalu banyak, jadi pengaturan waktunya menurutku tepat, ngaretpun nggak lebih dari 10 menit. Salut deh buat panitianya.

Musisi-musisi 'senior' banyak ambil bagian di sini. Event musik memang seharusnya bukan cuma milik anak muda, kan?


Nggak melulu tentang Hivi! Yura Yunita, Rendy Pandugo, atau Arsy-Jodie yang digandrungi anak muda, banyak juga deretan musisi senior yang tampil di event ini. Mulai dari Iwa K, Letto, Gigi, Dewa 19, Kahitna, Kla Project, Java Jive hingga Boy Zone ada di sini. Seolah menunjukan bahwa generasi X dan Baby Boomers juga butuh hiburan kan? yah itung-itung nostalgia. Nyatanya yang datang memang nggak hanya anak muda. Seru sih ini bisa jadi pilihan tontonan keluarga, bapak ibu nonton Kla Project dan Java Jive anaknya nonton Hivi! dan Arsy-Brisia Jodie, yagaseeeh. 
Btw, hari pertama aku ketemu dosenku yang nonton bareng anak dan istrinya, so kewl.
Dosen junjunganque~

Panggung Hanoman di sore hari lumayan menantang matahari, jadi pakai kaca mata hitam adalah sebuah keharusan. Biar nggak 'blereng gess'!

Rendy Pandugo on stage

Rendy Pandugo dan Abdul & The Coffee Theory adalah 2 musisi yang membuatku super excited nonton Prambanan Jazz 2018. Sayangnya, keduanya tampil saat matahari lagi pada peforma panas terbaiknya. Rendy di hari pertama pkl.15:30 dan Abdul di hari kedua pkl. 15:15. Huh,  aku sesedih itu karena mereka tampil di awal saat masih panas, terlebih Rendy Pandugo tampil di Hanoman stage yang natap matahari langsung. Salahnya, hari pertama aku nggak bawa kaca mata hitam, jadi 'blereng gess' liat Rendy Pandugo. Well, kalau musisi idolamu juga tampil di awal, mending kamu bawa kaca mata hitam dan jangan dateng mepet-mepet biar nggak kehilangan momen. 

Kamu harus modal! Harga makanan di Pasar Kangen Prambanan Jazz lumayan mahal. God blessed me, I got meals for free at Media Lounge

Photo by Ayeng Ayeyeng
Selain kamu harus modal beli tiket nonton dan tiket masuk area Candi Prambanan, kamu juga harus cukup modal untuk beli makan dan minuman. Ada stan Pasar Kangen yang akan menyelamatkanmu dari lapar dan haus, tapi harganya bener-bener bikin kamu kangen dengan pundi-pundi rupiah di dompetmu (aku nulis ini sambil mengenang uang sepuluh-rebu yang kubelikan sebotol air mineral merek Prima). Tapi balik lagi mari kita pikirkan biaya yang harus penjual keluarkan buat buka stan di sana, pasti nggak murah kan? Makanya sejak awal pastikan kamu datang dengan modal yang cukup.

Berhubung aku datang dengan id pers, jadi aku -yang-tydac-cukup-modal-ini- terselematkan dari kemisqueenan, yah walaupun sempet beli minum air putih sepuluh-rebu (tep nggak ikhlas).

Finally, acara ini memang jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan cinta Rizky Febian, tapi it was fun and worthy enough

Masih banyak celah yang bisa dievaluasi dari Prambanan Jazz tahun ini, tapi so far acaranya rapi dan mengesankan. Senang bisa nonton Prambanan Jazz 2018, terlebih aku memang sudah lama nggak nonton acara musik, jadi yah merasa terhibur banget. Konsep acara musik sambil menunjukan kemegahan tempat wisata ini layak untuk diapresiasi. Salut!

Semoga setelah ini aku bisa dapet kesempatan untuk nonton acara musik seru lainnya (terlebih yang ada Rendy Pandugo). 

hahaha AMEEEEN.


find me on Instagram @tirahardaning

My buddies <3
@skuathipwee - day 1
Sobat move on que - day 2






0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages