Sabtu, 02 Desember 2017

Demi Kewarasan, Meminimalisir Stress Lewat Belajar Time Management #JejakarirHarda



Semenjak memilih untuk kuliah sambil kerja atau lebih cocok disebut kerja sambil kuliah, aku mulai kelabakan dalam hal membagi waktu. Beberapa orang mungkin menganggapku santai-santai saja, toh aku masih bisa main kemana-mana, jadwal karaoke mingguan juga tak pernah aku lewatkan. Ajakan makan malam atau sekedar ngobrol di tempat ngopi pun tetap aku ladeni. Dimana letak stressnya?

Bagi yang melihat dari luar (apalagi liatnya dari media sosial) mungkin akan beranggapan demikian, tapi percayalah aku-yang selalu terlihat happy ini- sempat merasa stress luar biasa. Terlebih aku harus memangkas waktu istrihatku, jadi hanya 3-4 jam per hari. Orang-orang dengan santainya akan bilang “udah tau capek masih aja mau diajak main, bukannya istirahat”.

Menurutku, ada bagian yang nggak boleh diabaikan dalam hidup, yakni social life. Untukku yang extrovert ini, berdiam diri justru membuat kehabisan energi, yang ada malah jadi males-malesan di kosan dan nyesel sendiri. Bertemu orang adalah hal yang sangat membahagiakan, apalagi orang-orang itu benar-benar satu frekuensi, mulai dari obrolan sampe gaya becandaan. Jadi, bagian “menerima ajakan main” adalah hal yang nggak bisa aku hindari.

Kalo udah begini aku kudu piye

Berhubung aku anaknya ‘Google’ banget (oposih) jadi aku sempet googling “How to Manage time” dan muncul beberapa artikel. Artikel yang paling aku suka dan bisa aku terima adalah “7 Tips for Effective TimeManagement”dan artikel “How to Manage Your Time Effectively”. Aku tautkan linkya biar kalau kamu mumet baca tulisan di blog ini, bisa langsung baca tips dari artikel aslinya. Nggak semua tips dari 2 artikel ini aku telan mentah-mentah, aku memilih beberapa yang paling relate dengan kondisiku sekarang. Tips dari 2 artikel ini aku coba rangkum dan mulai aku coba praktekan, hope these really work!

1. Know your goals-- kenali diri sendiri deh, karena goals kita dan orang lain jelas berbeda

Well, kalo ditanya cita-citaku apa, percayalah aku hanya ingin jadi ibu rumah tangga. Kalau kamu baca #JejakarirHarda yang pertama kamu pasti tau jawabannya. Aku sama sekali bukan prempuan yang ingin jadi wanita karir. Tapi, berhubung saat ini aku belum menikah jadi aku memang terlihat sangat mengejar karir #inibukanpembelaan. Mumpung masih muda dan belum ada tanggungan jadi aku coba semuanya, but trust me, I’ll stop when I get married. At least ketika nanti aku menikah aku nggak akan seambisius ini.
So, kalo ditanya goal-ku saat ini adalah aku ingin belajar banyak hal sebelum aku benar-benar undur diri dari dunia persilatan (re: perkerjaan). Kelak, aku ingin jadi mom blogger atau penulis atau bisnis yang punya waktu fleksibel untuk urus anak dan suami tapi tetap punya penghasilan. Berharap yang baca ini turut mengamini.

Intinya, kalau kamu tau goal-mu apa, kamu jadi tau akan melangkah kemana dan bagaimana mencapainya. Kemungkinan untuk buang-buang waktu bisa diminimalisir.

2. Create To Do List-- tentukan yang mana yang seharusnya diprioritaskan

Seseorang pernah berkata padaku “Hidup itu dibagi atas tiga hal; kerja/kuliah, kehidupan sosial, dan istirahat”. Ketiganya jelas nggak boleh dilewatkan begitu saja, dan agar ketiganya jadi balance kita perlu buat skala prioritas. Demi hidup yang lebih waras, sekarang aku mulai buat to do list dengan skala prioritas; Important and urgent, Important but not urgent, urgent but not important, dan not urgent and not important. Dari situ aku jadi tau mana yang harus aku dahulukan, mana yang bisa aku kerjakan nanti, dan mana yang mending aku skip. So far, it helps me a lot.

3. Share Task or Problems with others-- itulah pentingnya punya teman

Menurutku ada 3 tipe teman dalam hidup; Pertama, teman yang asik banget buat diajak main tapi susah buat diajak produktif. Kedua, teman yang membuat produktif tapi nggak bisa diajak main atau sekedar ngobrol santai. Ketiga, teman yang enak diajak diskusi, bikin produktif, dan bisa diajak main/ becandaannya asik. Di usia ini, aku mulai berusaha selektif dalam hal pertemanan. Bukan membatasi pergaulan, tapi memilih dengan siapa sebaiknya aku lebih banyak menghabiskan waktu. Aku prefer teman dengan tipe ketiga. Mereka jelas bisa meningkatkan waktu produktifku, karena aku nggak perlu buang waktu mikir ke-stress-an sendirian. Hal terpenting, mereka bisa mengajakku lebih semangat dan terhibur at the same time.

Nah kalau kamu sudah menemukan tipe temen seperti itu juga, kamu harus mulai coba membagi beban atau paling nggak cerita kalo kamu mulai stress.

4. Avoid Procrastination-- semakin banyak menunda pekerjaan, akan semakin banyak yang disesalkan

Kenali apa hal yang paling bikin kamu nunda pekerjaanmu atau yang paling bikin kamu nggak produktif. Kalo udah tahu, baru deh pelan-pelan dihindari, emang nggak akan bisa langsung ekstrem menghindar gitu aja, tapi bisa mulai sedikit-sedikit buat latihan.
Kalau aku, hal yang paling membuatku menunda pekerjaan adalah INSTAGRAM wkwkwk. Serius deh, sekali liat instastory orang, aku pasti nggak bisa berhenti, belum lagi kalo ada yang postingannya aneh-aneh, bawaanya pingin julid, screenshot terus kirim ke temen seperjulidan. Ampuni hamba ya Allah. Sungguh betapa banyak dosa yang kuperbuat pekerjaanku yang tertunda karena Instastory. Jadi aku sebisa mungkin kalau lagi ngerjain tugas menghindari HP, wabilkhusus menghindari Instagram. Semoga aku bisa istiqomah ya :"

5. Just say no-- Ini sesungguhnya bagian tersulit, but I have to

Sebagai orang yang Jawa banget (walaupun besar di Sumatera), aku orangnya sangat nggak enakan, Dikit-dikit “nggih”, dimintain tolong "nggih", ada yang ngajak main “nggih” ada yang ngajak nikah “nggih”, loh?. Well, seperti yang aku bilang di awal, aku jarang nolak ajakan main biar social life ku balance. Tapi aku sadar, memang nggak semua ajakan perlu aku iyakan. Relate sama poin terkait skala prioritas, aku juga harus buat skala prioritas dalam hal ‘menerima ajakan’. Kalau ada ajakan main saat besok libur atau besok nggak ada tugas kuliah yang harus dikumpul, biasanya aku iyakan. Tapi kalo ada tugas-sesimpel apapun tugasnya-aku akan tetap bilang ‘no’. Atau kalaupun aku iyakan, aku akan memilih pulang lebih dulu. Aku harus punya kontrol atas diriku, dan waktu yang aku habiskan. 

Dari 5 poin di atas aku ingin bilang ‘terima kasih Google’ karena telah memberikanku pencerahan. Sebenarnya belum semuanya efektif, yah masih pelan-pelan, namanya juga belajar. Tapi aku memilih untuk menulisnya di blog biar jadi self reminder. Karena aku cenderung suka lupa apa yang aku baca, tapi aku akan ingat terus apa yang aku tuliskan. Semoga tulisan ‘agak’ berfaedah untukku ini bermanfaat juga buatmu ya.


Btw, aku masih nggak tau cara bagi waktu antara kuliah-kerja-social life-istirahat dan cari jodoh hahaha, ada yang punya ide?


0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages