Jumat, 02 Juni 2017

Traveling Hemat Ke Tokyo-Jepang, Karena Jalan-Jalan Nggak Melulu Harus Punya Banyak Uang (Part 1)



Konichiwa~

Akhirnya semangat nulis blog lagi, setelah menunda berminggu-minggu karena terlalu sibuk nonton video biskuat. Sebagai newbie yang nulis blog cuma kalo lagi mood, aku seneng banget beberapa minggu terakhir banyak yang nge-dm bilang nungguin tulisanku di blog, sampe ada yang ngirim email. Nggak nyangka ternyata ada orang yang baca blogku selain aku sendiri, keluarga dan teman-teman terdekat yang itupun baca karena dipaksa. Insya Allah abis ini bakal sering-sering nulis deh, dan semoga isinya lebih bermanfaat dan nggak sekedar curhat-curhat.

Well, kalau sebelumnya aku sempet cerita soal menguruse-passport demi bebas visa ke Jepang. Kali ini aku akan menceritakan perjalananku ke Jepang. Awalnya, aku merencanakan ke Jepang bersama ibu dan adikku sejak tahun 2016, saat itu ada tiket promo Malaysia Airlines KL-Tokyo seharga Rp.500.000, tanpa ba bi bu langsung booking untuk tanggal 12 Mei 2017. Dengan asumsi saat itu adikku, Regina, udah selesai UN, tapi ternyata di awal Mei dia harus daftar ulang kuliah jadilah Regina batal berangkat. Untungnya baru dipesan tiket berangkat jadi nggak rugi amat.

NB : Tiket promo itu akan datang kapan saja dan lenyap dalam hitungan menit, jadi kalau dapat info promo jangan banyak pertimbangan, karena tiket pasti akan segera diserbu kaum-kaum haus piknik lain. Saat langsung booking tiket promo, plusnya kamu bisa mempersiapkan liburan jauh-jauh hari, minusnya kamu mungkin nggak jadi berangkat karena di tanggal yang kamu pesan ada hal yang nggak boleh kamu tinggalkan.

Aku pesan tiket Jogja-KL sejak bulan Maret 2017, 2 bulan sebelum berangkat, jadi masih dapat harga promo. Saat ingin memesan tiket pulang, ternyata Tokyo-KL terlalu mahal, jadi harus putar otak menentukan tanggal dan jalur pulang yang lebih murah. Saat itu tiket Tokyo-Seoul nggak terlalu mahal, dan Seoul-Jakarta pun lagi promo, jadilah kami memilih untuk sekalian ke Seoul. Kebetulan bunda memang belum pernah ke Korea, dan aku lagi gila-gilanya suka drama Korea.

Jadi kalau ada yang bilang “hedon banget sih liburannya udah ke Jepang masih ke Korea juga”. Etdaah ini bukan hedon, ini strategi penghematan, karena saat itu justru lebih mahal kalau ke Jepang doang. Nggak percaya? Berikut rincian harga tiket (dengan pembulatan biar enak ngitungnya);
Jogja-KL : Rp. 399.000 (by Air Asia)
KL-Tokyo : Rp. 500.000 (by Malaysia Airlines)
Tokyo-Seoul : Rp. 1.300.000 (by Peach Airlines)
Seoul-Jakarta : Rp. 1.900.000 (by Air Asia)
Jakarta-Jogja : Rp. 250.000 (naik kereta)
Total : Rp. 4.349.000

Setelah clear urusan tiket, saatnya membuat itinerary atau rencana perjalanan. Kami di Jepang selama 4 hari 3 malam, berikut detail itinerary dan rincian pengeluaran selama di Jepang;

Day 1 (Tiba di Narita Airport dan explore Ikebukuro)

Kami menginap di daerah Ikebukuro-Tokyo, dari Narita Airport menuju ke sana kami naik NEX (Narita Express) dengan harga 3.190 yen, ini bisa lebih murah kalau beli round trip ticket, tapi berhubung kami pulang dari bandara Haneda jadi beli yang one way ticket. Kalau naik ini pastikan nggak terlambat masuk keretanya ya, apabila di tiket tertera berangkat pkl.18:02 maka kereta akan tiba pkl. 17:58 dan akan langsung berangkat 18:02, karena kereta cepat.

Sakura Hotel jadi pilihan kami menginap, yang cukup dekat dari Ikebukuro Station, sekitar 200 meter dari Exit West dan 100 meter dari Echika Exit. Harga kamar (double bed) per malamnya 9300 yen, sekitar 1 jutaan rupiah untuk berdua. Jepang memang mahal untuk urusan penginapan, syedih. Kalau kamu datang sendiri atau sekalian datang rame-rame bareng teman muda mudi mending pesan dormitory untuk 8 orang per kamar, per malamnya 3300 yen untuk tiap orang. Kalau mau lebih hemat bisa coba pakai Airbnb deh, tapi aku kurang tau sih karena belum pernah coba.

Sakura Hotel, Ikebukuro
Di Sakura Hotel terdapat cafe dan lokasinya cukup strategis karena berada di sekitar restoran, seven eleven, tempat pijat, bahkan tempat karaoke, dan yang terpenting dekat Matsumoto KiYoshi (tempat berburu skin care Jepang). Ah iya, yang nggak kalah penting di hotel ini ada shared kitchen, jadi buat makhluk yang menghamba pada Indomie dan rendang kering saat traveling (kayak aku) lumayan membantu mengamankan kantong dan perut. 

NB: Makan di Jepang lumayan mahal, sekali makan bisa dapet 1 item skin care. Jadi saranku bawa makanan kering dan Indomie, terus beli nasi di Seven Eleven (120 yen), tapi Indomienya yang real meat ya biar 'agak' sehat lah ada daging-dagingnya dikit #malahjadipromoindomie. Wisata kuliner Jepang cukuplah di saat siang, pagi dan malam makan bermodal perbekalan.

Day 2 (Explore Akihabara, Shibuya, dan Harajuku)

Berada di Jepang membuatku akrab dengan aplikasi ramalan cuaca, biar persiapan dan nggak salah outfit. Hari ini ramalan cuaca mengatakan wilayah Tokyo akan hujan seharian, dan semua orang sudah persiapan bawa payung dan pakai jaket. Bermodalkan payung dari hotel hari ini kami city tour, karena hujan nggak boleh jadi halangan untuk explore negeri orang. Pilihan kami ke Akihabara, Shibuya dan Harajuku.

Akihabara : Dari Ikebukuro station naik kereta JR Yamanote Line (warna hijau) pilih yang ke arah Otsuka, setelah 10 station kami tiba di Akihabara, harga tiketnya 160 yen. Kalau kamu pecinta AKB 48 kamu wajib mampir ke sini karena ada AKB Cafe, Shop and Theater. Untuk ke sana, dari Akihabara Station pilih The Electric Town Exit, setelah keluar akan langsung terliat cafe AKB 48 di sebelah kanan. Berhubung aku nggak tertarik dengan AKB48 jadi cukuplah foto di depannya, masuk ke shop nya untuk lihat-lihat sebentar sekalian neduh karena hujan deras. Di kawasan Akihabara ini juga banyak terdapat store Gundam nih cocoklah buat cowok-cowok.

penampakan member~karaoke48
Shibuya : Setelah hujan nggak terlalu deras, kami menuju ke Shibuya. Dari Akihabara station naik kereta JR Yamanote Line (warna hijau) pilih yang ke arah Kanda, setelah 12 station kamu akan tiba di Shibuya, harga tiketnya 170 yen. Tempat ini adalah tempat yang wajib dikunjungi saat ke Tokyo, karena ada patung Hachiko, Shibuya Cross (lampu lalu lintas tersibuk di dunia) dan banyak terdapat mall dan cafe di sana. Saat keluar dari Shibuya station , pilih Hachiko Exit dan kamu akan langsung melihat patung Hachicko di sana, ada juga tembok yang Insagramable bergambar anjing dengan nuansa warna warni. Jalan sedikit kamu akan langsung menemukan kepadatan lalu lintas a la Shibuya Cross, setelah menyebrang akan langsung tiba di area belanja dan resto.

Shibuya saat hujan seharian :(
Harajuku : Setelah foto, makan, dan berkeliling Shibuya, saatnya ke tempat gaul anak-anak Jepang, Harajuku. Dari Shibuya station naik kereta JR Yamanote Line (warna hijau) pilih ke arah Harajuku, cuma 1 station kamu langsung sampai deh, harga tiketnya 140 yen. Di sini tempatnya surga belanja anak-anak muda Jepang. Kalau Shibuya punya Shibuya cross yang nggak pernah sepi, kalau di sini ada Takeshita street yang begitu ramai dengan pejalan kaki, bahkan hujan deraspun tetep rame banget. Kebayang kan gimana susahnya jalan saat payung sangkut-sangkutan?

Di sini aku belanja beberapa item skin care (titipan orang), sebenarnya di Ikebukuro juga ada, tapi biar greget jadi belinya di sini, sekalian berteduh juga sih. 


Back to Ikebukuro : Setelah belanja titipan skin care dan hari mulai gelap, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Dari Harajuku station naik kereta JR Yamanote Line (warna hijau) pilih yang ke arah Yoyogi, setelah 6 station sampai deh ke Ikebukuro, harga tiketnya 140 yen.

NB : Kalau destinasimu lebih banyak dari ini dan beberapa kali transfer, saranku beli one day pass multiple train seharga 1500 yen, ini bisa digunakan 24 jam. Tapi kalau hanya seperti itinerary di atas, mending beli tiket terpisah aja karena bisa lebih murah. 

Untuk hari berikutnya aku buat terpisah ya biar kalian nggak capek bacanya dan aku nggak capek nulisnya hahaha. Jadi tunggu aja tulisan selanjutnya :)



Baca Juga : Lika-Liku Mengurus E-Passport Demi Bebas Visa ke Jepang

Baca Juga : Traveling Hemat Ke Tokyo-Jepang, Karena Jalan-Jalan Nggak Melulu Harus Punya Banyak Uang (Part 2)

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages