Selasa, 25 April 2017

Lika-Liku Mengurus E-Passport Demi Bebas Visa ke Jepang



Halo apa kabar?

Banyak sarang laba-laba nih di blog ini saking lamanya nggak nulis. Bulan ini aku lagi padet-padetnya nih padet kaya Malioboro pas libur panjang, jadi nggak sempet nulis. Banyak hal yang harus dituntaskan, salah satunya mengurus e-passport. Sebenarnya proses pengurusannya mudah, yang bikin ribet karena harus bulak balik Jogja-Surabaya dan cari celah biar bisa tukar hari kerja.

Pasporku tahun ini habis masa berlakunya, dan harus segera urus perpanjangan biar bisa terus jalan-jalan. Aku memilih menggantinya dengan e-passport, alasannya sesederhana karena tergiur headline berita “Pakai E-passport Bisa Bebas Visa ke Jepang dan Taiwan”. Asumsiku mungkin beberapa tahun ke depan Negara-negara tetangganya seperti Korea Selatan dan China akan memberlakukan hal yang sama, yah doain aja.

Saat awal memutuskan membuat e-passport banyak orang yang nanya kenapa dan apa bedanya, sayangnya aku cuma bisa jawab “biar bebas visa ke Jepang.” Udah gitu aja. Tapi setelah melewati prosesnya sedikit banyak aku jadi tahu beberapa fakta lain yang aku temukan tentang e-passport, yang akan aku coba share melalui tulisan ini.

Mengurus e-passport hanya bisa di 3 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya dan Batam. Sayangnya kamu harus datang karena sekarang sudah tidak diberlakukan sistem online.

Fakta ini memang yang paling bikin gigit jari. Berbeda dengan membuat paspor biasa yang bisa di kantor imigrasi mana saja, e-passport hanya bisa dibuat di 3 kota, Jakarta, Surabaya dan Batam. Sebagai orang yang berdomisili di Jogja, aku memilih mengurus di Surabaya. Pinginnya sih di Batam biar jauh sekalian, tapi apa daya duitnya yang nggak ada. Harus ikhlas kalau waktu, tenaga dan kantong terkuras karena harus bulak balik luar kota. Kalau nggak mau ribet, sebenarnya bisa urus di travel agent tapi biayanya bisa 2x lipat, syaratnya lebih banyak dan jadinya lebih lama (lah ujung-ujungnya ribet juga).

Syarat dan prosedurnya nggak beda jauh dari membuat paspor biasa, perbedaan signifikan hanya biayanya.


Pengambilan nomor antrean kantor imigrasi dibuka pkl.04:00 pagi, herannya saat aku datang pkl.03:40 antrean sudah panjang. Ternyata ada yang datang dari jam 2 pagi, kebayang nggak sih semangatnya? Aku aja yang datang setengah 4 dapat antrean no.49, padahal kuota per hari hanya sekitar 170 orang dan dibuka maksimal sampai jam 9. Kecuali lansia, mengambil nomor antrean nggak bisa diwakilkan, karena pakai finger print jadi kalau yang mengantre dan membuat paspor berbeda nggak akan diproses dan akan diminta datang lagi esok hari untuk mengantri sendiri.

Setelah mendapat nomor antrean akan diminta datang kembali pkl.06:00 pagi untuk mengambil formulir dan dicek kelengkapan berkas. Kalau syaratmu ada yang kurang silakan kembali lagi esok hari. Kalau saat nomor antreanmu dipanggil sebanyak 2x dan kamu belum juga menghampiri petugas, silakah kembali lagi esok hari untuk mengantri ulang. Jadi kudu fokus dan well prepare!

Syarat yang dibutuhkan untuk membuat e-passport
-          KK (Kartu Keluarga) asli dan fotokopi
-          Ijasah (max SMA)/ Akte kelahiran asli dan fotokopi
-          Surat Keterangan kerja / Kartu pelajar/ KTM (untuk mahasiswa) asli dan fotokopi
-          E-KTP asli dan fotokopi
-          Passport lama (jika ada) asli dan fotokopi  

Kamu harus punya e-KTP ya, yakali kamu mau buat paspor elektronik tapi KTP masih lembaran kertas yang dilaminating manual pake setrikaan. Tapi tenang, kalau e-KTP mu belum jadi kamu bisa membawa surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan kalau e-KTP mu sedang diproses. Ah iya, siapkan berkas yang asli dan fotokopi ya, kalau hanya fotokopi silakan kembali lagi esok hari dan bawa yang asli.

Saat nomor antreanmu dipanggil, berkas aslimu akan dicek, setelah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat, barulah kamu akan dapat formulir, lembar pernyataan paspor baru dan map. Kamu harus mengisi formulir dan melampirkan berkas fotokopiannya, sambil menunggu antrean wawancara dan foto. Setelah semua proses selesai, kamu akan diberi nomor permohonan dan harus melakukan pembayaran di bank.

Kalau paspor biasa biayanya Rp 355.000, e-passport lebih mahal yakni Rp.655.000,-. Pembayaran di bank usahakan lakukan secepatnya di hari yang sama, karena paspor akan diproses setelah pembayaran.  Ingat kalau sudah bayar, resinya jangan sampai hilang.

Waktu pengambilannya lebih lama dari paspor biasa, kalau kata petugas imigrasi Surabaya bisa 3 minggu sampai sebulan. Tapi ternyata aku 7 hari kerja udah jadi, yah rajin-rajin ngecek aja.

Sempet panik waktu petugas imigrasi bilang kalau e-passport baru jadi setelah 3 minggu sampai 1 bulan. Alamak lama kali. Tapi aku coba browsing blog-blog orang yang pernah membuat e-passport di Surabaya, ada yang mengatakan 2 minggu ada juga ya 7 hari. Jadi aku mencoba positive thinking akan jadi 7 hari kerja.

Untuk mengetahui passport yang kamu ajukan sudah selesai atau belum, bisa melalui beberapa cara di bawah ini. Ini bisa kamu dapatkan di customer service, harus minta dulu baru dikasih.



Aku sudah coba SMS tapi selalu gagal, aku telpon call center juga nggak ada jawaban, akhirnya aku mengirimkan data dan nomor permohonan ke email, hanya selang 1 jam emailku mendapat balasan yang menyatakan kalau paspor sudah siap ambil. Tanggal 6 April aku mengurus e-passport, dan tanggal 18 April aku cek ternyata e-passportku sudah jadi, tepat 7 hari kerja.

Kalau kamu sering naruh paspor sembarangan, untuk e-passport please jangan lakukan! Karena e-passport memiliki cip elektronik yang sangat sensitif 

kamu, sensitif :(

‘Bebas Visa’ bukan berarti kamu nggak perlu datang ke Embassy, kamu tetap harus ke sana dan mengurus Visa Waiver untuk dapat tanda bebas visa Jepang/ Taiwan 3 tahun. Tapi tenang ini tanpa biaya kok.


Awalnya aku santai saja karena berpikir kalau sudah bikin e-passport tinggal beli tiket dan berangkat ke Jepang atau Taiwan dengan bebasnya. Ternyata salah saudara-saudara, kita harus tetap laporan ke kedutaan Jepang di Jakarta untuk mendapat tanda bebas visa. Syaratnya hanya membawa KTP, e-passport dan formulir Visa Waiver, sertakan juga paspormu yang lama. Proses di kedutaan sebentar kok yang lama hanya antrenya, jadi usahakan datang lebih pagi. Pagi ini aku datang pkl. 07:45 dan aku dapat antrean ke-38.

Enaknya kalau mengurus Visa Waiver kamu nggak perlu menunggu terlalu lama dan tidak lagi dipungut biaya. Urus hari ini (open 08:00-11:00) visa sudah jadi di keesokan harinya dan bisa kamu ambil pkl. 13:00-15:00

“Selain bebas visa, manfaatnya bisa lebih cepat saat pengecekan di imigrasi bandara, karena bandara besar menyediakan jalur antrean khusus pengguna e-passport” Begitu sabda petugas imigrasi di Surabaya

Ini adalah hal yang ditanyakan salah seorang bapak-bapak yang bertanya pada petugas imigrasi. Menurut petugas imigrasi, perbedaannya terletak pada cip elektronik di dalam e-passport. Nantinya memudakan kita saat antre di imigrasi, di bandara besar biasanya menyediakan antrean khusus untuk pengguna e-passport jadi nggak perlu antre panjang dan berlama-lama. Lagi-lagi, baru bandara Soetta saja di Indonesia yang menyediakan fasilitas itu, bandara lain di Indonesia sih belum ada.


Kesimpulannya Yay or Nay nih bikin e-passport? Kalau aku sih 'yay' karena ribetnya cukup di awal selanjutnya jauh lebih santai.

12 komentar:

  1. terima kasih infonya kak tira, bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iyaa sama-sama Rima, makasih udah nyempetin mampir ya :)

      Hapus
  2. Hi Tira, kemaren ke jpn sendiri ato rame-rame? Terus pas ke embassy waktunya dibatasin gak brp lama sebelum berangkat? Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Farisa, aku ber2 sama ibuku (tulisan saat di Jepang udah aku update kok). Nggak dibatasi kok, bahkan h-1 baru jadi visa waivernya juga nggak masalah

      Hapus
  3. haiii... mau nanya juga dong, apakah memang harus ada saldo rekening sebanyak 20-50 juta ya untuk persyaratan visa nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, nggak kok nggak ada minimum saldo. Apalagi kalo visa waiver rekening sama sekali nggak ditanyain

      Hapus
  4. Mauk ah buat juga. Brati lebih efektif buat di Jkt kali ya kalo dr jogja? Habis ambil e passport bisa langsung ke embassy Jepang buat ngurus visa waiver?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah bisa juga tuh, jadi hari ini ambil besoknya langsung urus visa waiver hihi

      Hapus
  5. Kalo ganti e-pasport, paspor lama diambil imigrasi ga? Soalnya sayang, ada cap SCHENGEN nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, visa yang lama akan dikembalikan kok, tenang aja. Aku bahkan tiap ngajuin visa pasti selalu melampirkan paspor yang lama sekalian

      Hapus
  6. Thankyou yaa artikel nya bagus, aku baru tau. klw ngurus visa waiver tapi kita ga punya pasport yg lama alias kita baru bikin yg e-pasport ini bisa ga ya?

    BalasHapus
  7. Halo kak, aku mau tanya tentang pembuatan e-paspor
    Klo mau bikin e-paspor tp paspor lama msh blm habis (maret 2020) kalau aku ganti ke e-paspor dei tahun 2018 bsa ga ya? Soalnya denger2 klo mau ganti e-paspor itu emg buat perpanjangan dari paspor biasa yg lama ke e-paspor

    BalasHapus

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages