Kamis, 02 Maret 2017

Mengenal Umrah Backpacker dan Semi-Backpacker; Cara, Persiapan dan Budget yang Dikeluarkan



Hai!

Udah lama nggak nulis rasanya kangen juga ya. Dua minggu kemarin aku abis sakit gigi se-gusi-gusinya, jadi nggak mood ngapain-ngapain termasuk nulis. Tapi untunglah hari ini udah sehat, bahkan udah bisa nyanyi dan makan daging hahaha, tentunya udah bisa nulis tentang jalan-jalan lagi. Tulisanku kali ini bukan pengalaman pribadi, melainkan pengalaman keluargaku yang minggu lalu baru pulang dari ibadah umrah. Berbeda dari umrah-umrah kebanyakan, mereka memilih konsep umrah semi-backpacker.

Lah terus kemana-mana bawa backpack? Apa nggak ribet? Ibadahnya sah nggak tuh? Eh semi-backpacker maksudnya gimana deh?

Tenang, ini nggak se-ekstrim yang dibayangkan kok. Ini bukan naik gunung yang kemana-mana bawa backpack terus hemat banget sampe makannya mie instan, nggak. Sebelum kamu bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang, aku akan coba menjelaskan apa itu umrah backpacker

Umrah backpacker adalah perjalanan umrah yang di-arrange secara mandiri, jadi tidak melalui agen tour and travel umrah.  Hal yang diurus secara mandiri, mulai dari tiket pesawat, hotel, makan, transportasi, hingga pakaian umrah. Tentunya kamu nggak perlu pakai seragam dari travel (yang biasanya batik warna-warni itu), nggak harus ngikutin jadwal makan dari travel, bisa pilih rute penerbangan yang kamu mau (jadi bisa transit di negara-negara yang kamu inginkan sambil liburan), dan bisa pilih hotel sendiri. Keunggulannya, tentu dari segi flexibilitas dan biaya, kamu bisa ibadah umrah dengan range 7-15 juta (tergantung harga tiket pesawat).

Tapi kamu harus benar-benar siap mental, jiwa, raga, dan paham semua prosedur umrah atau cari Muassasah (organisasi gabungan antara mutawif pembimbing tawaf yang biasa disebut syekh dan munawir, pembimbing ziarah) sebelum menjalankan umrah, karena ini bukan perkara jalan-jalan tapi ibadah jadi harus paham benar. Kamu juga harus hati-hati saat tiba di bandara, karena banyak calo-calo porter yang akan "maksa" mengurus barang-barangmu dengan harga mahal. Tentu berbeda dengan yang menggunakan travel agent, karena semua akan diurus oleh pihak travel.

Tapi, keluargaku nggak menyarankan untuk umrah backpacker melainkan umrah semi-backpacker. Lah apa lagi nih?

Umrah semi-backpacker juga dilakukan secara mandiri, tapi nggak semuanya mandiri, melainkan hanya sebatas tiket pesawat dan membeli perlengkapan umrah sendiri. Sisanya menggunakan LA atau Land ArrangementLA di sini maksudnya adalah akomodasi selama kita di tanah suci, mencakup pemrosesan visa, penjemputan dan pemulangan di bandara, hotel, catering, transportasi selama di Saudi untuk perpindahan jamaah di tiga kota utama seperti Jeddah-Madinah-Mekkah. LA ini bisa dipesan melalui travel-travel umroh yang ada di Indonesia, pusatnya di Jakarta. Biasanya ini dalam group sebanyak 20-40 orang. So, kalo memilih umrah semi-backpacker coba cari barengan ya, bisa woro-woro di group facebook Backpacker Dunia atau di group facebook Pemburu Tiket Umroh

Terkait tiket, sekitar 6 bulanan yang lalu, ibuku dapet info tiket promo KL-Jeddah (PP) Malaysia Airlines dari group internal BD. Tanpa ba-bi-bu Bunda dan Mba Kiki langsung booking tiket untuk 3 orang, saat itu aku harus pulang dulu untuk cek nomor passport jadi belum bisa dipesankan tiket. Saat aku kirim nomor passport, tadaaa tiket promo telah lenyap ditelan pemburu lainnya. Booking tiket pesawat promo memang tricky, karena sekali info beredar akan susah kebagian kalo kebanyakan pertimbangan.


Dari pengalaman keluargaku, aku coba membuat rincian biaya yang dikeluarkan untuk Umrah Semi-Backpacker ini. 

Tiket (promo) Pesawat KL-Jeddah (pp) : 400 MYR = Rp.1.300.000,-
Tiket (promo) Pesawat Jakarta-KL : Rp. 524.800,-
Tiket (promo) Pesawat Lampung-Jakarta : Rp. 216.600,-
Tiket Pesawat KL-Lampung : 230 MYR = Rp. 800.000,-
Biaya LA (Land Arrangement) : 460 USD = Rp. 6.000.000
Kain Ihram : Rp 250.000,-
Perlengkapan lain-lain (obat-obatan, baju muslim, jilbab) : Rp. 500.000,- 
Total per orang : Rp. 9.591.000

Total pengeluaran Bunda, Babe, dan Mba Kiki termasuk jalan-jalan sehari di KL dan oleh-oleh jadi sekitar Rp. 33.000.000,- untuk ber-3 (all in). Bandingkan dengan saat ibuku ikut umrah regular, biayanya Rp. 24.000.000,- hanya untuk 1 orang, baru paket, belum termasuk oleh-oleh. See?

Nah, kalau kamu umrah dengan konsep semi backpacker ini tentu bebanmu tak seberat umrah backpacker, kamu pun bisa menjalankan ibadah umrah dengan tenang, nggak terlalu mahal tapi juga nggak terlalu ribet. Bonus bisa jalan-jalan dulu sebelum ibadah umrah

Kuala Lumpur
I wish I was there :(

Sekian dulu ya yang bisa aku bagikan terkait umrah backpacker dan semi-backpacker, semoga aku, kamu dan kita bisa menyusul ke tanah suci di kemudian hari. 
Amin




5 komentar:

  1. Ya Allaaaaah murah buwaaaaaaaaaaaaaaaanget! Kita yang muda-muda harus manfaatin tuh. Kalau bapak ibuku orangnya dah nggak mau ribet jadi kemungkinan besar susah buat convince mereka buat coba metode umroh ini. Thank you for sharing Tiraaaaaaaa :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaahh Hanifa, harus mulai nabung nih biar pas ada tiket promo langsung bisa booking tanpa mikir2 lagii

      Hapus
  2. Kakak dan Ibuku Febuari kemarin juga ikutan umroh backpacker dan emang biayanya jauuuh lebih murah, dan asiknya lagi bisa milih travel tours untuk di Jeddah dengan kualiatas yang baik namun dengan harga yg jauh terjangkau. Btw nice posting kak ^ ^ . Btw mbk Kiki yg diceritakan ini, ikutan Indonesia Membaca ? Wah dunia benar-benar sekecil daun kelor wkwkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii Wardah hahaha, jangan2 keluarga kita bareng ya? iya mba Kiki anak Indonesia Membaca, kamu juga ya?

      Hapus
    2. iya mbk bareng, aku ikutan di imb cuman sebentar hahaha

      Hapus

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages