Kamis, 16 Maret 2017

Pondok Cabe Bistro: Tempat Makan a la Restoran Dengan Harga a la Lesehan, Makan Nyaman Kantong Tetap Aman


Sebagai anak kosan yang tak punya cukup uang untuk menjual gengsi di Instagram, Pondok Cabe Bistro bisa kamu jadikan pilihan. Saat tiba di resto ini, pengunjung akan dimanjakan dengan dekorasi tempat yang membuat nyaman, mulai dari sofa hingga lesehan. Tak hanya itu, pada malam hari ini resto ini bahkan menyediakan live music yang semakin membuat pengunjung betah untuk berlama-lama datang. Terdiri dari 2 lantai, resto yang terletak di sebrang Mirota Kampus Yogyakarta  ini sadar betul bahwa anak ‘kekinian’ tak hanya mencari tempat makan enak tetapi juga tempat instagram-able. Itulah yang membuat Pondok Cabe berevolusi dengan tampilan yang lebih cantik dan menjadikannya Pondok Cabe Bistro.

Lantai 1 Pondok Cabe Bistro
Lantai 2 Pondok Cabe Bistro
Lesehan lantai 1

Lengkap dengan lampu-lampu menggantung yang memberikan kesan artistik, dinding resto ini juga terdapat banyak gambar serta oranamen-ornamen cantik, bikin foto-foto kamu di tempat ini semakin menarik. Bukan hanya menawarkan tempat yang nyaman, Pondok Cabe Bistro juga menyajikan makanan dengan berbagai varian, mulai dari penyetan hingga
western food. Harganya pun tak terlalu mahal, seperti harga penyetan di pinggir jalan bahkan.


Mulai dari Rp 4.000 – Rp 35.000 kamu bisa makan sampai kenyang

Menu Nusantara
Menu Western
Menu minuman

Tak hanya berevolusi dari segi dekorasi tempat, Pondok Cabe Bistro juga menambahkan western food dalam daftar menunya. Namun, kamu tak perlu berharap banyak dari rasa makanan khas Barat di sini, karena kamu mungkin akan sedikit kecewa. Aku sih lebih merekomendasikan menu Nusantara. Sebagai resto yang menggunakan kata ‘cabe’ di nama belakangnya, Pondok Cabe jelas menonjolkan rasa dari sisi makanan-makanan pedas dan sambal. Segala jenis menu penyetan lengkap dengan sambal bawang menjadi menu andalan yang wajib kamu pesan.

Penyetan Nusantara (lauk + nasi + sambal + lalapan + sayur + es teh) berkisar Rp 20.000 – Rp 29.000

Paket Penyetan (lauk + nasi + sambal bawang + terancam) berkisar Rp 13.000 – Rp 20.000

Paket Nila Penyet
sambal bawang andalan

Ini merupakan salah satu menu andalan dari resto ini, paket nila penyet. Cukup mengeluarkan uang Rp 13.000, kamu bisa menikmati paket nasi, nila goreng, sambal bawang dan terancam. Kamu juga bisa mengganti nasi putih dengan nasi uduk lho, dengan biaya tambahan Rp 1.500, murah kan? Makanan murah belum lengkap jika belum memesan minuman. Harga minuman di Pondok Cabe Bistro juga tak beda jauh dari harga minuman di warung lesehan pinggir jalan. Es teh tawar bisa didapat dengan harga Rp 2.500 saja, untuk teh manis seharga Rp 4.000, termasuk murah jika dibandingkan harga minuman di restoran-restoran kebanyakan.

Sebagai resto yang cukup luas dengan harga terjangkau, Pondok Cabe sangat cocok untuk jadi tempat makan keluarga serta acara-acara gathering karena resto ini juga menawarkan paket dalam jumlah besar. Kamu yang masih mahasiswa dan ingin mengadakan gathering angkatan atau rapat jurusan coba deh datang ke tempat ini, dijamin bisa makan kenyang, duduk nyaman dan tentunya kantong aman. Jangan lupa foto dan upload di Instagram ya biar makin kekinian!

makan 15 ribuan tetep bisa ngeksis di timeline Instagram

Jadi, gimana kamu tertarik datang ke resto ini? Kamu bisa kunjungi Pondok Cabe Bistro Yogyakarta yang beralamat di Jl. C. Simanjuntak No. 41 B Terban, Kota Sleman, Yogyakarta, tepatnya di depan Mirota Kampus, pada pukul 10:00-22:00 WIB.

Selamat makan dan foto-foto ya!


Senin, 06 Maret 2017

Little Europe Citra Garden; Tempat Instagramable Bernuansa Eropa di Bandar Lampung



Anyeong, semangat hari Senin!

Nggak biasanya aku nulis di hari Senin, hari yang harusnya lagi padet-padetnya kaya nutrijel, tapi berhubung seminggu ini aku lagi ambil cuti kerja jadi bisa nulis blog di rumah. Yap di rumah, di kota Bandar Lampung.  Walaupun aslinya orang Jawa, aku lahir dan besar di Bandar Lampung, jadi bisa dibilang aku ‘agak’ lebih paham soal Lampung dibandingkan Jogja. So, lagi-lagi aku nulis tentang Lampung.

Nah, kali ini aku ingin membahas salah satu tempat di Bandar Lampung yang konon katanya hits gitu di Instagram. Namanya Little Europe at Citra Garden. Sebelumnya aku sempat bahas sekilas di blog dari hasil browsing dan kepo beberapa Instagram orang, Tapi melalui tulisan ini aku akan bahas lebih detail sambil share pengalaman dan foto-fotoku di Little Europe Citra Garden.


Citra Garden merupakan kawasan perumahan elit di Bandar Lampung. Berhubung ini perumahan jadi tentu masuknya gratis, termasuk gratis parkir (surga anak kosan banget nih). Mulai dari pintu masuk kawasan Citra Garden kamu akan disuguhkan pemandangan berbagai kafe, ada juga Bakso Sony lho dan yang nggak kalah penting ada ATM center. Nggak jauh dari pintu masuk, kamu bisa menemukan area water boom di sebelah kanan. Jadi cocok juga buat jadi pilihan tempat wisata keluarga


Anyway, untukmu yang suka traveling atau explore tempat-tempat menantang dan seru, mungkin kamu nggak akan suka dengan tempat ini. Menurutku, tempat ini lebih cocok untukmu yang suka nongkrong cantik dan suka foto a la sista-sista OOTD gitu, karena tempat ini Instagramable banget. Little Europe Citra Garden terdiri dan bangunan ruko dengan cat warna-warni, serta jajaran kafe-kafe yang juga dicat warna warni.

Buat kamu sista-sista Instagram yang doyan foto OOTD, tempat ini memang pilihan tepat 

sista-sista OOTD 1

sista-sista OOTD 2

spot lucu untuk OOTD 


Ada juga berbagai cafe dengan pilihan makanan dan camilan cantik untuk kamu icip-icip


cocok untuk sista-sista gelato~

berasa di Venice nggak sih? 

Di sini tersedia beragam jenis kafe, ada ice cream, aneka susu, mie dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan selayaknya kafe pada umumnya, tapi kalau aneka susu harganya standar, kamu bisa dapat dengan harga Rp.10.000,-. Jujur, kalau aku sih ke sini nggak tertarik beli apapun cuma tertarik foto-foto. Sebenarnya di sana ada juga miniatur Arc De Triomphe, tapi berhubung waktu aku ke sana bangunannya lagi diperbaiki jadi aku nggak ambil fotonya. Waktu yang aku butuhkan untuk berkeliling (foto-foto) di tempat ini nggak sampe 1 jam, apalagi waktu aku ke sana bukan di hari libur jadi lumayan sepi dan nggak perlu antri untuk foto.

Well, menurutku tempat ini menarik dan layak banget kamu kunjungi kalau main ke Lampung, walaupun memang nggak sebagus Little Europe di Bangkok atau Eropa versi Window of The World- Shenzen, tapi karya Lampung yang satu ini lumayan keren kok.

Jadi, kapan kamu mau main ke Bandar Lampung?







Kamis, 02 Maret 2017

Mengenal Umrah Backpacker dan Semi-Backpacker; Cara, Persiapan dan Budget yang Dikeluarkan



Hai!

Udah lama nggak nulis rasanya kangen juga ya. Dua minggu kemarin aku abis sakit gigi se-gusi-gusinya, jadi nggak mood ngapain-ngapain termasuk nulis. Tapi untunglah hari ini udah sehat, bahkan udah bisa nyanyi dan makan daging hahaha, tentunya udah bisa nulis tentang jalan-jalan lagi. Tulisanku kali ini bukan pengalaman pribadi, melainkan pengalaman keluargaku yang minggu lalu baru pulang dari ibadah umrah. Berbeda dari umrah-umrah kebanyakan, mereka memilih konsep umrah semi-backpacker.

Lah terus kemana-mana bawa backpack? Apa nggak ribet? Ibadahnya sah nggak tuh? Eh semi-backpacker maksudnya gimana deh?

Tenang, ini nggak se-ekstrim yang dibayangkan kok. Ini bukan naik gunung yang kemana-mana bawa backpack terus hemat banget sampe makannya mie instan, nggak. Sebelum kamu bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang, aku akan coba menjelaskan apa itu umrah backpacker

Umrah backpacker adalah perjalanan umrah yang di-arrange secara mandiri, jadi tidak melalui agen tour and travel umrah.  Hal yang diurus secara mandiri, mulai dari tiket pesawat, hotel, makan, transportasi, hingga pakaian umrah. Tentunya kamu nggak perlu pakai seragam dari travel (yang biasanya batik warna-warni itu), nggak harus ngikutin jadwal makan dari travel, bisa pilih rute penerbangan yang kamu mau (jadi bisa transit di negara-negara yang kamu inginkan sambil liburan), dan bisa pilih hotel sendiri. Keunggulannya, tentu dari segi flexibilitas dan biaya, kamu bisa ibadah umrah dengan range 7-15 juta (tergantung harga tiket pesawat).

Tapi kamu harus benar-benar siap mental, jiwa, raga, dan paham semua prosedur umrah atau cari Muassasah (organisasi gabungan antara mutawif pembimbing tawaf yang biasa disebut syekh dan munawir, pembimbing ziarah) sebelum menjalankan umrah, karena ini bukan perkara jalan-jalan tapi ibadah jadi harus paham benar. Kamu juga harus hati-hati saat tiba di bandara, karena banyak calo-calo porter yang akan "maksa" mengurus barang-barangmu dengan harga mahal. Tentu berbeda dengan yang menggunakan travel agent, karena semua akan diurus oleh pihak travel.

Tapi, keluargaku nggak menyarankan untuk umrah backpacker melainkan umrah semi-backpacker. Lah apa lagi nih?

Umrah semi-backpacker juga dilakukan secara mandiri, tapi nggak semuanya mandiri, melainkan hanya sebatas tiket pesawat dan membeli perlengkapan umrah sendiri. Sisanya menggunakan LA atau Land ArrangementLA di sini maksudnya adalah akomodasi selama kita di tanah suci, mencakup pemrosesan visa, penjemputan dan pemulangan di bandara, hotel, catering, transportasi selama di Saudi untuk perpindahan jamaah di tiga kota utama seperti Jeddah-Madinah-Mekkah. LA ini bisa dipesan melalui travel-travel umroh yang ada di Indonesia, pusatnya di Jakarta. Biasanya ini dalam group sebanyak 20-40 orang. So, kalo memilih umrah semi-backpacker coba cari barengan ya, bisa woro-woro di group facebook Backpacker Dunia atau di group facebook Pemburu Tiket Umroh

Terkait tiket, sekitar 6 bulanan yang lalu, ibuku dapet info tiket promo KL-Jeddah (PP) Malaysia Airlines dari group internal BD. Tanpa ba-bi-bu Bunda dan Mba Kiki langsung booking tiket untuk 3 orang, saat itu aku harus pulang dulu untuk cek nomor passport jadi belum bisa dipesankan tiket. Saat aku kirim nomor passport, tadaaa tiket promo telah lenyap ditelan pemburu lainnya. Booking tiket pesawat promo memang tricky, karena sekali info beredar akan susah kebagian kalo kebanyakan pertimbangan.


Dari pengalaman keluargaku, aku coba membuat rincian biaya yang dikeluarkan untuk Umrah Semi-Backpacker ini. 

Tiket (promo) Pesawat KL-Jeddah (pp) : 400 MYR = Rp.1.300.000,-
Tiket (promo) Pesawat Jakarta-KL : Rp. 524.800,-
Tiket (promo) Pesawat Lampung-Jakarta : Rp. 216.600,-
Tiket Pesawat KL-Lampung : 230 MYR = Rp. 800.000,-
Biaya LA (Land Arrangement) : 460 USD = Rp. 6.000.000
Kain Ihram : Rp 250.000,-
Perlengkapan lain-lain (obat-obatan, baju muslim, jilbab) : Rp. 500.000,- 
Total per orang : Rp. 9.591.000

Total pengeluaran Bunda, Babe, dan Mba Kiki termasuk jalan-jalan sehari di KL dan oleh-oleh jadi sekitar Rp. 33.000.000,- untuk ber-3 (all in). Bandingkan dengan saat ibuku ikut umrah regular, biayanya Rp. 24.000.000,- hanya untuk 1 orang, baru paket, belum termasuk oleh-oleh. See?

Nah, kalau kamu umrah dengan konsep semi backpacker ini tentu bebanmu tak seberat umrah backpacker, kamu pun bisa menjalankan ibadah umrah dengan tenang, nggak terlalu mahal tapi juga nggak terlalu ribet. Bonus bisa jalan-jalan dulu sebelum ibadah umrah

Kuala Lumpur
I wish I was there :(

Sekian dulu ya yang bisa aku bagikan terkait umrah backpacker dan semi-backpacker, semoga aku, kamu dan kita bisa menyusul ke tanah suci di kemudian hari. 
Amin




Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages