Jumat, 10 Februari 2017

Selamat Ulang Tahun ke-4 Komunitas Muda Menginspirasi, Komunitas yang Seperti Rumah Bagiku



10 Februari selalu jadi tanggal penting buatku, sayangnya itu bukan tanggal jadian. 10 Februari 2013, 4 tahun yang lalu merupakan tanggal dilahirkannya Muda Menginspirasi dari rahim BEM KM UGM. Walaupun saat itu statusnya masih jadi program peralihan untuk menarik masa mahasiswa ‘anti kegiatan politis’, agar BEM tak terkesan kaku. TimMumi (sebutan kami) fokus bergerak ke campaign-campaign pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta kegiatan-kegiatan sosial.

Setelah hampir setahun bediri, terjadi perdebatan panjang antara bertahan di BEM atau berakhir begitu saja. Akhirnya Ricco Survival (founder sekaligus ketua pertama kami) mengajukan ke Dirmawa untuk menjadikan Muda Menginspirasi sebagai Komunitas di bawah Dirmawa UGM. Nggak tanggung-tanggung, gebrakan pertama kami (yang saat itu hanya beranggotakan 20 orang) adalah membuat campaign pendidikan-seni-budaya di Thailand. Walau hanya modal nekat dan jejaring seadanya, saat itu lebih dari 200 mahasiswa dari 25 universitas se-Indonesia yang mendaftar. Tak tanggung-tanggung salah satu calon wakil presiden saat itu (Siswono) dan metro tv dalam webnya ikut memublikasikan event kami, Indonesia Thailand Friendship and Cultural Exchange Program 2014.


ITFCP 2014

Saat itu kami, 20 mahasiswa ‘krucil-krucil’ benar-benar dibuat nggak habis pikir, darisanalah aku dan mereka merasa benar-benar ditempa. Mulai dari ditipu salah satu peserta, di-PHP oleh Lion Air yang tiba-tiba me-reschedule jadwal penerbangan kami, diprotes peserta sana sini, sampai permasalahan internal yang bikin air mata berhamburan (lebay sih ini). Well, itu pressure terbesar yang pernah kudapat selama ada di organisasi. Tapi aku bersyukur saat itu komunitas kami benar-benar berani mengambil resiko hingga event berakhir dengan banyak pujian dari peserta (yang complain juga banyak anyway).

Mumi Goes to SD 2, 2014

Menjadi Ketua Komunitas Muda Menginspirasi di tahun ke-dua membuatku mengelus dada (halah). Walau pressure tak sebesar di tahun pertama tapi aku merasa punya tanggung jawab yang cukup besar karena timMumi saat itu mulai dikenal. Mulai banyak volunteer dari berbagai kalangan, banyak tawaran kerjasama, banyak projek yang harus digarap, untungnya aku nggak sendirian, ada mereka my best team ever. 

Kevin si ganteng yang jago banget public speaking dan berjejaring. Siwi dan Zhuzu 2 gadis penghibur kesayangan kami. Jijah dan Tiwi ibu sek-ben yang super cakcek dan teliti. Nova Pak dokter yang selalu bisa menenangkan. Desi si diam-diam koplak. Kresna sang ilmuwan lingkungan yang selalu bisa diandalkan. Chika si 'charger' yang selalu semangat. Syamsa prempuan yang nggak pernah kehabisan inovasi. Isti sosok yang walau jauh tapi selalu bisa diandalkan. Rizky si ganteng yang selalu punya waktu luang. Dwi si kreatif yang berdedikasi. Bram si cool yang idenya selalu solutif. Syifa si tegas dan inspiratif yang membawa kami ke Korea dan Ricco yang walaupun saat itu udah jarang nongol tapi selalu ngasih petuah bermanfaat. Oiya, Wahyu yang walaupun bikin kzl tapi selalu seru buat di-bully hahaha. (Nb: kalo ada yang belum disebut maaf ya kadang manusia suka khilaf)

Tiwi-Syamsa-Zhuzu-Desi-Kevin (minus Syifa nih)

IKFCP 2015

Aku selalu percaya bahwa ikut organisasi dan komunitas apapun itu akan selalu ada manfaat besar yang didapatkan. Bukan dalam bentuk materi, tapi jauh lebih berharga dari sekedar itu.  Walaupun aku harus mengeluarkan uang buat ongkos, makan saat rapat, nombokin kalo event defisit, dan bayar uang kas tapi aku tetap bersyukur dan nggak memperhitungkan itu. Komunitas Muda Menginspirasi membawaku pentas tari Lampung di KBRI Thailand (such a great experience), duduk bersanding dengan Dubes Indonesia untuk Korea sebagai moderator di KBRI Korea Selatan, berbagi kebahagiaan dengan anak-anak difabel, bertemu dengan anak-anak SD yang inspiratif, dan yang terpenting komunitas ini menawarkanku sahabat dan keluarga yang hangat.

Sungguh pengalaman yang nggak bisa dibandingkan dengan uang. Jadi untukmu yang saat ini tertarik bergabung dengan komunitas, pastikan kamu ikut bukan semata-mata karena uang ya!

Aku belajar banyak hal dari sini, belajar bagaimana mengendalikan amarah saat berbeda argumen, belajar bertanggung jawab (sekarang juga masih belajar), belajar jadi orang yang nggak nyebelin depan banyak orang (sekarang juga masih nyebelin). Belajar untuk nggak judgemental, karena jujur aja melihat anggota-anggota baru Mumi di zamanku yang gaul dan tampak 'borjuis' saat itu aku sempat underestimate. Tapi justru mereka adalah tim yang hebat, jauh dari kesan manja dan hura-hura seperti yang kusangka sebelumnya. Ahh rindu mereka.


Hari ini tepat 4 tahun aku mengenal komunitas ini, tentu saja aku sudah tidak aktif menjabat bahkan jarang hadir di banyak pertemuan. Tapi hal yang pasti, aku akan selalu bangga dan bersyukur pernah ada di dalamnya. Semoga siapapun yang sekarang ada di dalamnya merasakan hal yang sama.

Selamat ulang tahun Tim Mumi


Rizal, titip timMumi ya :)

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages