Senin, 30 Januari 2017

Wisata 'Ngeri-Ngeri-Sedap' yang Hanya Ada di Toraja, Sulawesi Selatan

Londa, Desember 2015
Kali ini aku akan berbagi pengalaman di tempat wisata yang menurutku unik. Bukan tentang wisata kuliner, budaya, heritage melainkan wisata ziarah. Sebagai anak yang penakut, yang bahkan harus ditemenin ke dapur kalo udah malem, bisa datang wisata ziarah merupakan prestasi (halah). Tempat wisata ziarah yang akan aku bahas adalah di Toraja, Sulawesi Selatan.

Awalnya hanya berencana untuk berlibur ke Makassar untuk menemui 2 teman kesayangan. Namun rasanya sayang kalau hanya menjelajahi satu kota saja. Setelah berdiskusi dengan bunda dan Regina, tanya-tanya teman dan surfing di blog orang, akhirnya kami memilih untuk menghabiskan 1 hari di Toraja.

Perjalanan ke Toraja ditempuh selama 8-12 jam dari kota Makassar menggunakan bus. Saat itu bulan Desember dan menjelang libur natal sehingga harus memesan tiket bus paling tidak dua hari sebelumnya, dengan harga Rp.180.000/orang. Cukup mahal jika dibandingkan hari biasa yang sekitar Rp.150.000,-. Kami memilih bus pkl.22.00 dari Makassar, tiba di Rantepao - Toraja Utara sekitar pkl.07.00, sehingga tidak perlu menginap di Toraja, cukup tidur di perjalanan.

Dalam waktu 12 jam di Toraja ada banyak yang bisa kami kunjungi, namun aku akan menjalaskan 4 tempat wisata saja yang menurutku paling unik dan 'ngeri-ngeri-sedap'.

1. Kete Kesu

rumah Tongkonan

Kete Kesu terletang di tenggara Rantepao-Toraja Utara. Bisa dibilang tempat ini yang paling lengkap karena kamu bisa melihat jajaran rumah adat Toraja atau biasa disebut Tongkonan, ada juga makam para bangsawan, serta banyak juga jajaran toko souvernir. Biaya masuk ke tempat ini sebesar Rp.5.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp.10.000,- untuk wisatawan mancanegara. Di depan rumah Tongkonan terdapat susunan tanduk kerbau, yang menandakan berapa jumlah kerbau yang disembelih saat sesorang meninggal.


Tak jauh dari jajaran rumah Tongkonan, kami disuguhkan beberapa spot yang tak kalah menarik yakni rumah kaca yang berisi patung makam, hingga pegunungan batu yang terdapat makam berbentuk perahu. 

2. Goa Londa

Goa Londa via http://uniqpost.com/
Goa Londa merupakan salah satu makam yang terkenal di Toraja Utara, dengan dikelilingi pegunungan. Dari luar Goa Londa akan terlihat jajaran peti mati yang digantung di atas. Sesuai kepercayaan masyarakat Toraja, semakin tinggi letak peti jenazah, akan semakin cepat juga arwah dari jenazah tersebut sampai ke surga atau nirwana. Ada juga yang bilang kalo makin tinggi peti jenazah menunjukan semakin kaya orang tersebut. Gokil sih ini.

Tengkorak Romeo and Juliet

Nah, kalo mau uji nyali, coba masuk ke dalam, tapi jangan nekat karena di dalam Goa super gelap dan licin. Kalo mau masuk harus sewa pertnomax beserta guide-nya. Nah foto di atas adalah aku bersama tengkorak legendaris yaitu "Romeo and Juliet" tsadess. Jadi konon katanya mereka adalah dua sejoli mejalin cinta, cinta bersemi dari SMA, etdah malah nyanyi. Jadi mereka adalah dua orang yang saling mencintai namun ditentang, dan akhirnya mati bersama dan cintanya abadi. Mitosnya sih kalo mau cepat dapet jodoh bisa sentuh tengkorak ke-duanya, tapi jangan percaya! Buktinya aku udah nyentuh tetep belum dapet jodoh, ckckck. 

3. Bori Parinding dan Pohon Tarra

Bori Parinding
Bori Parinding juga masih tentang makam, bedanya makamnya ada di dalam batu-batu yang menjulang ke atas. Semakin tinggi batunya, maka semakin terhormat jenazah tersebut semasa hidupnya. Ada ada aja. Btw, kalo lihat foto di atas, tempat ini masih direnovasi jadi gak terlalu bagus, karena banyak kayu-kayu.


Pohon Tarra via https://soloraya.com


Masih di area Bori Parinding, cukup naik sedikit ke gunung Sasean, kamu akan menemukan Pohon Tarra (Baby Grave). Menurutku dari semua objek wisata Toraja, Baby Grave adalah yang paling serem. Bayangkan, ada pohon yang di dalamnya terdapat jenazah bayi. Menurut kepercayaan orang Toraja, mengubur bayi di dalam pohon sama seperti mengembalikan bayi ke rahim ibunya. Horor banget, ditambah di sana adalah area pegunungan yang di sekelilingnya banyak pepohonan dan semak belukar yang membuat tempat itu cukup lembab. Baru beberapa menit di sana, langsung minta turun dan nggak kepikiran untuk memfoto pohon itu, jadi cukuplah ambil foto di internet.

4. Palawa

Palawa merupakan pusat kerajinan tenun khas Toraja yang di sana terdapat banyak rumah Tongkonan yang berjajar. Kebetulan saat ke sana, kami nggak boleh masuk karena sedang direnovasi, jadi hanya melihat dari jauh. Tapi nggak menyesal sih karena sekilas sama seperti Kate Kesu. Jadi kalau kamu nggak punya banyak waktu di Toraja, Palawa boleh di-skip sih. Kecuali kalau kamu datang di waktu yang tepat dan sedang ada upacara adat dan festival masyarakat setempat. Pastikan kamu harus ada di sana dan melihat bagaimana meriahnya upacara pemakaman a la Toraja. 

Sebenarnya ada lagi tempat yang aku kunjungi yaitu Buffalo market, tempat berburu oleh-oleh serta masjid raya Rantepao. Tapi berhubung nggak masuk dalam wisata ziarah yang 'ngeri-ngeri-sedap' jadi nggak aku jelaskan mendetail di dalam tulisan ini. Hal yang masih jadi PR untukku adalah datang ke upacara pemakaman adat Toraja, semoga ada kesempatan untuk ke sana lagi dan menyaksikannya langsung.  


0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages