Minggu, 01 Januari 2017

Sejenak Menoleh Jejak Kaki 2016 Sambil Menyusun Resolusi 2017

Hari ini menjadi langkah pembuka untuk kejutan-kejutan baru di tahun 2017, aku tak sabar untuk melihat akan seperti apa jadinya. Tapi rasanya hati ini masih belum bisa beranjak dari 366 hari penuh lika-liku sepanjang 2016. Tak ada salahnya untuk mengingat apa-apa saja yang telah kulewati sampai hari ini, sembari memikirkan langkah perbaikan dan menyusun resolusi.

Mengawali 2016 dengan menjadi Tour Leader di Hongkong-Macau-China dan berlanjut ke Singapura. Jejak kaki pertama yang begitu istimewa




10-19 Januari 2016, langkah kaki kian cepat menapaki tempat-tempat baru.  Hongkong-Macau-China bahkan tak ada dalam list negara yang ingin aku kunjungi. Sesederhana aku hanya bermimpi ingin ke Singapura dan Filipina, tapi bukan Tuhan kalau tak luar biasa, Dia membawaku ke-3 negara ini bersama 50 mahasiswa dan 3 pria luar biasa bernama Kevin (Kevin Benedict-sahabat sekaligus rekan bisnis, Kevin Andyan-Ketua Muda Menginspirasi, dan Kevin-Wong pemilik travel Hongkong yang begitu ramah dan lancar berbahasa Indonesia).

Adalah anugerah terindah sepulang dari ke-3 negara tersebut, semesta membawaku pada negeri yang sejak kecil kuimpikan, Singapura. Di sana aku bertemu Kak Tika, gadis yang kutemui di Bandung saat tengah mengambil data skripsi. Aku dan dia bisa begitu dekat hanya karena kami sama-sama suka berjalan-jalan sendirian, aneh memang. Tapi rasanya seperti bertemu teman lama, menyenangkan.

Halo Hipwee!




Sehari setelah pulang dari Singapura, aku memulai hidup baru sebagai seorang pekerja. Hipwee.com adalah tempat yang dengan ikhlas menerimaku. Masih begitu canggung dan tak percaya, aku akhirnya memasuki hidup yang sesungguhnya, fase bekerja dan (berusaha) menjadi orang dewasa. 

Aku belajar banyak hal baru di sini, belajar untuk tidak begitu panik saat membuat kesalahan, belajar memahami banyak orang dan belajar menerima kenyataan. Hipwee bukan hanya tempat kerja tetapi tempatku melihat dunia. Di sini aku menemukan orang-orang yang begitu beragam, dari yang begitu mengagungkan pekerjaan, mengagungkan cinta hingga yang tak percaya Tuhan pun ada.

Mereka membuatku tersadar bahwa dunia tak hanya diisi satu jenis manusia, tetapi begitu beragam, yang perlu kita lakukan adalah toleransi dan penerimaan.


Thailand, untuk ke tiga kalinya kau buatku jatuh cinta




Mei 2016, tepat 2 tahun setelah ITFCP, aku kembali ke negara ini. Thailand entah kenapa selalu meninggalkan rasa cinta. Ahh mungkin karena aku yang terlalu melow-drama. Tapi kali ini bukan lagi pertemuan dengan laki-laki yang membuatku jatuh hati. Melainkan tentang kecintaanku terhadap perbedaan. Membawa rombongan mahasiswa yang mayoritas orang-orang Timur dan keturunan Tiongkok membuatku menyadari bahwa perbedaan bukan halangan untuk berkawan dan menyayangi. 

Karena hidup memang tak selamanya menyenangkan, aku harus puas menerima kenyataan gagal sebelum berperang


failed via tumblr.com

Sombong, adalah kata yang pas menggambarkanku saat itu. September 2016 aku begitu yakin bahwa aku pasti bisa meraih beasiswa yang aku impikan bahkan tanpa susah payah berusaha. Memalukan, aku bahkan gagal mendaftar karena hasil tes TOEFL ku yang tak mencapai target. Terlalu menggampangkan, aku bahkan tak sempat ikut tes ulang karena waktu yang tak akan terkejar.

Menyesal, tapi apa daya, aku harus lebih berjuang di lain kesempatan. Aku memang harus diberi cambuk lebih keras agar mampu mengencangkan ikat kepala dan tak berhenti berusaha.  

Tuhan tak pernah membiarkanku bersedih terlalu lama, senyum terkembang setelah tawaran menjadi tour guide untuk rombongan pegawai bank datang


saat mereka pesta Halloween, kocak.

Saat aku mulai menata diri dan membenahi ketidak-produktifan-hidup yang aku lewati pasca kegagalan sbelum sampai ke pintu gerbang, tiba-tiba seorang teman yang selama setahun tak bersua pun mengabari. Ia memintaku membantu bisnis keluarganya menjadi PIC untuk rombongan tour pegawai bank dari Jakarta.

Letih memang harus selalu terlihat ceria dan sopan di depan Bapak-ibu-mas-mbak rombongan yang begitu banyak permintaan. Tapi selalu ada saja hal-hal menyenangkan yang datang, termasuk mas-mas yang menghiburku dan membuatku tak canggung lagi. Berbalas pantun menjadi cara yang ia lakukan untuk mencairkan suasana dan membuatku tersenyum. Mungkin kalau saat itu dia tidak ada, aku akan menjadi gadis canggung sampai akhir dan merasa sebagai guide yang gagal. Kalau bisa berjumpa lagi dengannya aku hanya akan bilang "Terima kasih Masbro!"

Begitulah highlight 2016 yang aku lewati, banyak hal lain yang membekas di hati tapi tak dapat aku tuangkan di sini. Aku bersyukur atas apapun yang Tuhan percayakan padaku, atas setiap episode kehidupan yang aku perankan atas dasar naskah Tuhan dengan jalan cerita terbaik-Nya.

Aku menutup tahun 2016 dengan rasa syukur dan pengharapan baru, semoga semesta mengabulkan mimpi-mimpiku tahun ini


Selamat Datang 2017!

2 komentar:

  1. Ciyeee mengawali 2017 dengan top domain level :D

    BalasHapus
  2. wahahahha iyaa buk mumpung dapet promo :D

    BalasHapus

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages