Senin, 30 Januari 2017

Wisata 'Ngeri-Ngeri-Sedap' yang Hanya Ada di Toraja, Sulawesi Selatan

Londa, Desember 2015
Kali ini aku akan berbagi pengalaman di tempat wisata yang menurutku unik. Bukan tentang wisata kuliner, budaya, heritage melainkan wisata ziarah. Sebagai anak yang penakut, yang bahkan harus ditemenin ke dapur kalo udah malem, bisa datang wisata ziarah merupakan prestasi (halah). Tempat wisata ziarah yang akan aku bahas adalah di Toraja, Sulawesi Selatan.

Awalnya hanya berencana untuk berlibur ke Makassar untuk menemui 2 teman kesayangan. Namun rasanya sayang kalau hanya menjelajahi satu kota saja. Setelah berdiskusi dengan bunda dan Regina, tanya-tanya teman dan surfing di blog orang, akhirnya kami memilih untuk menghabiskan 1 hari di Toraja.

Perjalanan ke Toraja ditempuh selama 8-12 jam dari kota Makassar menggunakan bus. Saat itu bulan Desember dan menjelang libur natal sehingga harus memesan tiket bus paling tidak dua hari sebelumnya, dengan harga Rp.180.000/orang. Cukup mahal jika dibandingkan hari biasa yang sekitar Rp.150.000,-. Kami memilih bus pkl.22.00 dari Makassar, tiba di Rantepao - Toraja Utara sekitar pkl.07.00, sehingga tidak perlu menginap di Toraja, cukup tidur di perjalanan.

Dalam waktu 12 jam di Toraja ada banyak yang bisa kami kunjungi, namun aku akan menjalaskan 4 tempat wisata saja yang menurutku paling unik dan 'ngeri-ngeri-sedap'.

1. Kete Kesu

rumah Tongkonan

Kete Kesu terletang di tenggara Rantepao-Toraja Utara. Bisa dibilang tempat ini yang paling lengkap karena kamu bisa melihat jajaran rumah adat Toraja atau biasa disebut Tongkonan, ada juga makam para bangsawan, serta banyak juga jajaran toko souvernir. Biaya masuk ke tempat ini sebesar Rp.5.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp.10.000,- untuk wisatawan mancanegara. Di depan rumah Tongkonan terdapat susunan tanduk kerbau, yang menandakan berapa jumlah kerbau yang disembelih saat sesorang meninggal.


Tak jauh dari jajaran rumah Tongkonan, kami disuguhkan beberapa spot yang tak kalah menarik yakni rumah kaca yang berisi patung makam, hingga pegunungan batu yang terdapat makam berbentuk perahu. 

2. Goa Londa

Goa Londa via http://uniqpost.com/
Goa Londa merupakan salah satu makam yang terkenal di Toraja Utara, dengan dikelilingi pegunungan. Dari luar Goa Londa akan terlihat jajaran peti mati yang digantung di atas. Sesuai kepercayaan masyarakat Toraja, semakin tinggi letak peti jenazah, akan semakin cepat juga arwah dari jenazah tersebut sampai ke surga atau nirwana. Ada juga yang bilang kalo makin tinggi peti jenazah menunjukan semakin kaya orang tersebut. Gokil sih ini.

Tengkorak Romeo and Juliet

Nah, kalo mau uji nyali, coba masuk ke dalam, tapi jangan nekat karena di dalam Goa super gelap dan licin. Kalo mau masuk harus sewa pertnomax beserta guide-nya. Nah foto di atas adalah aku bersama tengkorak legendaris yaitu "Romeo and Juliet" tsadess. Jadi konon katanya mereka adalah dua sejoli mejalin cinta, cinta bersemi dari SMA, etdah malah nyanyi. Jadi mereka adalah dua orang yang saling mencintai namun ditentang, dan akhirnya mati bersama dan cintanya abadi. Mitosnya sih kalo mau cepat dapet jodoh bisa sentuh tengkorak ke-duanya, tapi jangan percaya! Buktinya aku udah nyentuh tetep belum dapet jodoh, ckckck. 

3. Bori Parinding dan Pohon Tarra

Bori Parinding
Bori Parinding juga masih tentang makam, bedanya makamnya ada di dalam batu-batu yang menjulang ke atas. Semakin tinggi batunya, maka semakin terhormat jenazah tersebut semasa hidupnya. Ada ada aja. Btw, kalo lihat foto di atas, tempat ini masih direnovasi jadi gak terlalu bagus, karena banyak kayu-kayu.


Pohon Tarra via https://soloraya.com


Masih di area Bori Parinding, cukup naik sedikit ke gunung Sasean, kamu akan menemukan Pohon Tarra (Baby Grave). Menurutku dari semua objek wisata Toraja, Baby Grave adalah yang paling serem. Bayangkan, ada pohon yang di dalamnya terdapat jenazah bayi. Menurut kepercayaan orang Toraja, mengubur bayi di dalam pohon sama seperti mengembalikan bayi ke rahim ibunya. Horor banget, ditambah di sana adalah area pegunungan yang di sekelilingnya banyak pepohonan dan semak belukar yang membuat tempat itu cukup lembab. Baru beberapa menit di sana, langsung minta turun dan nggak kepikiran untuk memfoto pohon itu, jadi cukuplah ambil foto di internet.

4. Palawa

Palawa merupakan pusat kerajinan tenun khas Toraja yang di sana terdapat banyak rumah Tongkonan yang berjajar. Kebetulan saat ke sana, kami nggak boleh masuk karena sedang direnovasi, jadi hanya melihat dari jauh. Tapi nggak menyesal sih karena sekilas sama seperti Kate Kesu. Jadi kalau kamu nggak punya banyak waktu di Toraja, Palawa boleh di-skip sih. Kecuali kalau kamu datang di waktu yang tepat dan sedang ada upacara adat dan festival masyarakat setempat. Pastikan kamu harus ada di sana dan melihat bagaimana meriahnya upacara pemakaman a la Toraja. 

Sebenarnya ada lagi tempat yang aku kunjungi yaitu Buffalo market, tempat berburu oleh-oleh serta masjid raya Rantepao. Tapi berhubung nggak masuk dalam wisata ziarah yang 'ngeri-ngeri-sedap' jadi nggak aku jelaskan mendetail di dalam tulisan ini. Hal yang masih jadi PR untukku adalah datang ke upacara pemakaman adat Toraja, semoga ada kesempatan untuk ke sana lagi dan menyaksikannya langsung.  


Jumat, 20 Januari 2017

Panduan Traveling ke Thailand, Negara yang Akan Membuatmu Jatuh Cinta

Bangkok, May 2016
Dari beberapa negara yang pernah aku kunjungi, Thailand adalah negara yang paling membuatku terkesan. Beberapa kali ke sana, tapi rasanya ingin kembali lagi, dan lagi. Sekilas Thailand memang biasa saja, tak semaju Singapura, tak seromantis Korea Selatan, atau se-modern Hongkong, tapi banyak sisi lain yang begitu mengesankan.

Kalau kamu punya cukup uang (nggak perlu terlalu banyak), dan sedang merencanakan liburan, coba deh masukan Bangkok-Pattaya dalam daftar destinasi wisatamu. Melalui tulisan ini aku coba jabarkan beberapa alasannya beserta sedikit panduan wisata di Thailand.

1. Kuliner a la streetfood yang murah meriah dan menggoyang lidah




Mango sticky rice, thai tea, buah potong segar, coconut ice cream, dried food adalah yang paling membuatku jatuh cinta. Sebenarnya masih banyak makanan lainnya, tapi karena takut nggak halal jadi aku hanya memilih 4 ini. Kalau ke Thailand jangan lupa cobain ya!

(Gambar 1) Mango sticky rice terdiri dari ketan yang diberi kuah santan berpadu dengan mangga yang manis asam, terdengar biasa saja, tapi sekali coba kamu pasti jatuh cinta. Makanan ini bisa kamu temukan dengan harga kisaran 50-80 bath, bisa ditemukan di China Town atau di Khao San Road. Kalau ingin mencoba makanan serba mangga a la cafe juga bisa ke Mango Tango di dekat Siam Square agak mahal tapi worth it.
Nb: buatmu yang nggak terlalu suka mangga atau kamu yang pecinta durian ada alternatifnya kok yaitu Durian Sticky Rice, itu juga wajib dicoba

(Gambar 2) Coconut ice cream adalah es krim dengan daging kelapa muda keruk. Makanan ini akan menyegarkanmu kala berjalan di teriknya kota Bangkok. Kamu bisa menemukan ini di Khao San Road, China Town atau pintu masuk Wat Arun dengan harga 40 bath.

(Gambar 3) Thai tea adalah minum wajib saat ke Thailand. Kamu bisa menemukannya di mana-mana sangking banyaknya. Saran sih, kalau mau yang murah dan praktis bisa beli di Seven Eleven manapun, dengan harga 15-20 bath per cup tergantung ukuran. Kalau mau beli untuk oleh-oleh,harganya sekitar 90-110 bath per pax isi 10. Beli di MBK paling murah, dulu hanya 90 bath per pax. Kalau di Asiatique 100 bath per pax. 

(Gambar 4) Buah potong segar, biasa aja sih, tapi entah kenapa buah di Thailand rasanya lebih segar. Kamu bisa menemukan ini di mana-mana sepanjang jalan. Untuk buah potong biasa, biasanya harganya 10-20 bath, tapi beda kalau buah delima merah sekitar 40 bath. Tahun lalu saat aku ke Bangkok suhunya mencapai 39 derajat, jus buah segar dan buah potong ini membantu banget biar nggak dehidrasi.

2. Penduduk lokal yang begitu ramah, membuat Thailand serasa seperti rumah

(Gambar 5) ITFCP 2014

Kalau bicara soal negara dengan penduduk yang paling ramah, Indonesia tetap juaranya. Tapi kalau ditanya yang nomor 2, Thailand adalah jawabannya. Tak jauh beda dengan orang Indonesia, penduduk Thailand adalah orang-orang yang menyenangkan untuk berkawan. Bahkan dengan kontak via online saja, saat kamu datang ke sana mereka akan menyambutmu dengan baik. Anak muda Thailand tak segan-segan untuk menjadi guide untukmu. Kalau kamu punya teman orang Thailand maka kamu beruntung.
nb: sebelum berangkat ke Thailand, coba cari kenalan orang Thailand (bisa minta dikenalkan teman atau cari kenalan dari facebook) untuk jadi teman perjalananmu di sana.

3. Beragam Temple yang bukan hanya indah tapi juga mengajakmu belajar sejarah


Untukmu yang menyukai wisata heritage, Thailand adalah negara yang tepat. Sebenarnya ada banyak sekali Tempel di negara ini, tapi aku rekomendasikan 3 aja yang paling banyak dikunjungi.

(Gambar 5) Wat Phra Kaew atau lebih familiar dengan nama Grand Palace merupakan pusat kerajaan Thailand. Temple ini merupakan yang paling luas dan terkenal, harga tiket masuknya pun cukup mahal yakni 400 bath atau sekitar Rp.160.000,-. (Gambar 6) Wat Pho atau patung Budha tidur juga nggak kalah terkenal. Wat Pho memiliki tinggi 15 meter dengan panjang 43 meter, kebayang kan ribetnya kalo foto. (Gambar 7) Wat Arun merupakan temple yang menjadi ikon kota Bangkok, untuk sampai ke sana kamu harus naik perahu melewati sungai Chao Phraya, seru deh.

4. Ragam wisata belajar mana yang kamu dustakan? Tiap tempat beda kelebihan lho!


Pecinta belanja, ini saatnya. Salah satu yang paling membuat Thailand tak kehabisan wisatawan adalah karena banyak tempat yang menjajakan barang dengan harga murah. Ada beragam tempat wisata belanja di Thailand, dan aku coba membedakan dalam 4 gambar di atas.

(Gambar 8) Asiatique Night Bazar, kalau kamu mau belanja di malam hari sambil foto-foto cantique atau berkeliling sungai Chao Phrya gratis maka Asiatique adalah jawabannya. Harga yang dijajakan toko-toko ini pun beragam, ada yang memang mahal ada juga yang standar tergantung produknya. Oiya tambahan, kamu bisa mendapatkan Nestea thai tea dengan harga 100 bath/pax (hahaha tetep fokusnya ke Thai tea)

(Gambar 9) Platinum Fashion Mall, untukmu kaum hawa yang suka belanja pakaian dengan harga grosir, di sini tempatnya. Harga yang ditawarkan relatif lebih murah dari mall-mall lainnya, dan model pakaiannya lebih unik dibanding belanja di tempat murah lainnya. Tahun lalu saat aku menjadi guide mahasiswa HI dari Salatiga, hampir semua peserta prempuan ke sini lebih dari 2x, hmm cewek.


(Gambar 10) Chatuchack Weekend Market, nah ini dia surga belanja Thailand yang jadi idaman setiap kalangan. Kalau kamu ke Thailand pastikan kosongkan jadwal di hari Sabtu atau Minggu khusus untuk ke sini. Dari mulai streetfood, aneka fashion, pernak pernik unik, semua ada di sini, bahkan bisa ditawar. 

NB: Chatuchak hanya buka di hari Sabtu dan Minggu
(Gambar 11) Mah Boo Khrong atau disingkat MBK merupakan tempat favorit turis untuk belanja souvenir dan oleh-oleh. Letaknya pun strategis di pusat kota Bangkok, yang berada di sekitar Siam. Oiya, tambahan untukmu yang mencari produk-produk branded, bisa berjalan dari MBK menuju Siam Paragon, di sana lengkap.

5. Soal pementasan Thailand memang juara, mulai dari atraksi gajah hingga Lady Boy show akan membuatmu berdecak kagum




Buatmu yang suka menyaksikan pertunjukan seni budaya, kamu bisa menambahan Pattaya dalam destinasi wisatamu. (Gambar 12 dan 13) Pertunjukan budaya tradisional dan atraksi gajah bisa kamu temukan di Nongnooch Garden-Pattaya, jam pertunjukannya pun ada setiap jam, tapi saranku sih nonton di pagi hari. (Gambar 14) Lady Boy Show, ada 2 pertunjukan yang terkenal di Thailand yakni Tiffany show dan Alcazar show. Tiffany's show lebih mahal dan lebih glamor dibandingkan Alcazar, kebetulan kalau aku lebih memilih nonton yang Alcazar show dengan biaya 700 bath, karena Tiffany lebih mahal 200 bath.
NB: Idealnya kalau liburan ke Bangkok-Pattaya sekitar 4-5 hari, biar tetap puas dan nggak over budget 
Nah, kalau kamu ke Thailand terutama Bangkok-Pattaya dan menemukan k-5 hal di atas, aku pastikan kamu pasti akan jatuh cinta dengan Thailand dan berharap bisa kembali lagi. Seperti halnya aku yang sampai sekarang masih belum bisa move on dari mas-mas yang aku kenal di Thailand.


Salam cinta,
Harda

Rabu, 18 Januari 2017

Tips Menjelajahi Singapura Hanya Dalam Satu Hari

Singapura, negara yang bisa kamu jelajahi dalam sehari, berdasarkan pengalaman pribadi 21 jam di Singapura.
Kalau kamu nggak punya cukup banyak uang dan nggak ada kepentingan, jangan membayangkan liburan di Singapura selama seminggu atau lebih, pokoknya jangan. Lebih baik kamu alokasikan waktu dan uangmu untuk berkunjung ke negara lain seperti Malaysia atau Thailand. Selain karena biaya hidup yang tinggi, Singapura adalah negara yang luasnya hanya seperempat Yogyakarta, jadi cukuplah jelajahi dalam sehari.
Nb: Tapi beda urusan kalau kamu punya banyak uang atau ada teman dan keluarga yang memang tinggal di sana.
Lah sehari terus nggak nginep? Emang cukup? Tenang, bisa kok. Berikut beberapa tips yang aku coba bagikan lewat pengalaman pribadiku Januari tahun lalu.


Menginaplah di Transit Area Changi Airport, nyaman dan gratis asal tau triknya


transit area Changi Airport via www.sleepinginairports.net/
Saat itu pulang dari Hongkong (sumpah bukan TKW) dan tiba di Singapura sekitar jam 1 pagi, aku memilih flight berikutnya ke Jakarta jam 9 malam, which is aku punya 21 jam di Singapura. Nggak langsung jalan kok, aku tetap istirahat dulu, di Changi Airport. Kalau kamu nggak membawa banyak barang yang butuh baggage claim, kamu beruntung karena kamu bisa tidur di transit area. Jangan bayangkan transit area di bandara Indonesia, di Changi Airport benar-benar  nyaman dan ada beragam fasilitas, gratis untuk penumpang transit.

NB : dengan catatan semua barangmu kamu bawa dan nggak ada barang di bagasi. Jangan keluar dari transit area, karena nggak bisa masuk lagi.

Sayangnya saat itu aku membawa lumayan banyak barang dari Hongkong dan harus klaim bagasi, tentunya harus keluar dari transit area. Tapi jangan khawatir, walaupun nggak bisa menikmati kenyamanan transit area Changi Airport, kamu bisa ke terminal 2 mencari Starbucks karena sofanya lumayan nyaman dan nggak terlalu rame. Sebagai traveler, tidur di bandara adalah hal yang lumrah, seru malah.


07:00 Pelajari Maps MRT, tentukan destinasi dan segera beli kartu Tourist Pass 10 SGD

via thesingaporetouristpass.com
Setelah bangun, solat, ganti baju, bersih-bersih, touch-up dan makan roti sebagai pengganjal perut, cobalah mampir ke sistem informasi untuk minta peta Singapura yang lengkap rute MRT, sekalian minta peta Sentosa Island. Tandai tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi, pastikan kamu paham rutenya, tandai di mana kamu harus ganti MRT. Kalau sudah kamu bisa mulai perjalanan, pastikan batre hp atau kameramu full ya!
NB: kalau membawa banyak barang, titipkan di Baggage storage (Left Baggage) yang ada di Terminal 1, 2, dan 3, dengan biaya 4-10 SGD tergantung berat dan lama penitipan. Jadi kamu cukup menjelajah Singapura seharian dengan satu tas kecil saja. 


08:00 Kunjungi  Raffles Landing Site, Merlion Park, Singapore River, dan Esplanade, karena itu 1 area



Singapura itu negara kecil, jadi kamu bisa mendatangi 4 spot sekaligus. Saat itu dari Changi Airport aku naik MRT menuju city hall (lihat peta: east west line di jalur hijau). Berjalan sedikit dari pintu keluar aku melewati Raffles Landing Site, nggak terlalu menarik sih seperti museum peninggalan Belanda pada umumnya. Hal yang menarik adalah di depan area Raffles Landing Site kamu bisa menemukan jajaran batu baja berukuran cukup besar (Gambar 1).

Cukup berjalan 100 meter dari sana kamu akan melihat sungai dengan latar bangunan Esplanade (Gambar 2). Bangunan ini merupakan pusat seni di Singapura, yang menarik adalah atapnya yang menyerupai buah durian. Menoleh sedikit dari Esplanade kamu akan melihat pemandangan gedung Marina Bay Sands (Gambar 3) dan Merlion Park (Gambar 4). Pastikan kamu datang pada pagi atau sore hari, karena tempat ini sangat ramai dan panas di siang hari.

Di area ini kamu bisa menemukan food court, harga makanannya berkisar 5-10 SGD, cukup mahal memang tapi berhubung waktumu nggak banyak untuk cari tempat makan lain, jadi boleh lah dicoba.

11:00 Garden by the Bay dan Marina Bay; sebenarnya lebih seru kalau dikunjungi malam hari, tapi kalau waktumu nggak banyak datang siang hari juga nggak masalah

sayangnya agak mendung jadi gelap
Setelah makan dan foto-foto di Merlion Park kamu bisa menuju destinasi selanjutnya yang tak jauh dari sana. Kamu bisa naik MRT menuju Bayfront, lalu keluar ke Exit B. Setelah keluar kamu bisa melewati the Dragonfly Bridge untuk sampai ke Garden by the Bay. Banyak tanaman dan pepohonan rindang, benar-benar tempat yang cocok untuk istirahat sejenak (di sana aku malah ketiduran setengah jam hahaha).

Sebenarnya lebih menarik kalau kamu datang di malam hari, karena lampunya yang warna warni. Tapi berhubung di sini hanya satu hari, siang adalah waktu yang tepat dan sama sekali nggak panas.

13:00 Kunjungi Sentosa Island, foto di depan Universal Studio, patung Merlion, atau sekedar berkeliling selama 1,5-2 jam cukup kok.


nggak usah masuk, mahal
Dari Merlion Park kamu bisa naik MRT (lihat jalur hijau), kemudian transit di Outram Park, ganti MRT ke arah Harbour Front (lihat jalur ungu). Nah dari sana ada 3 pilihan ke Sentosa Island, bisa melalui Sentosa Express, Cable Car, atau Bus. Kalau ingin sensasi yang seru dengan pemandangan Singapura dari atas ketinggian, kamu bisa coba naik Cable car biayanya cukup mahal sih sekitar 27 SGD. Kalau bosen naik MRT (yakali udah bosen) bisa coba naik bus sekalian buat pengalaman, tourist pass kamu bisa dipake untuk bus juga kok.

Sentosa Merlion - Trick Eye Museum

Tadaaa... sampai di Sentosa Island kamu akan melihat ikon Universal Studio Singapura, cukup foto saja, selain karena nggak cukup banyak waktu, biaya masuknya juga lumayan merogoh kocek. Sekitar 74 SGD/ orang dewasa. Setelah asik berfoto (yang nunggu giliran karena ramai) kamu bisa cek peta Sentosa Island sebagai panduan. Cukuplah 1,5 jam berkeliling, jangan lupa mampir ke patung Sentosa Merlion dan Trick Eye.

15:00 Berbelanja di Bugis Street; walaupun waktunya singkat, tetap harus menyempatkan belanja oleh-oleh murah!

Bugis street via www.singapore-guide.com/

Setelah puas foto-foto, saatnya berburu kuliner dan oleh-oleh di Bugis Street. Walaupun cuma sehari tetap saja kamu harus beli buah tangan khas Singapura. Di sekitar Bugis street juga banyak tempat makan yang harganya nggak terlalu mahal kok. Waktu itu aku membeli paket nasi lemak seharga 2 SGD dan jus kiwi seharga 1 SGD.

NB: wisata belanja aku letakan paling akhir biar saat jalan-jalan kamu nggak perlu ribet bawa barang. Jadi dari Bugis street kamu bisa langsung balik ke airport

17:00 Back to Airport dan bersiap untuk flight jam 9 malam

Buru-buru amat? yah perkiraan naik MRT 1 jam. Jangan lupa ambil barang di Baggage Storage, lalu bersih-bersih, solat di bandara dan kamu siap untuk kembali ke Indonesia (atau melanjutkan flight ke negara tujuan lain).

Selamat menjelajah Singapura!

Salam betis sehat,
Harda



Senin, 16 Januari 2017

5 Rekomendasi Tempat yang Wajib Dikunjungi di Seoul, Korea Selatan

Seoul, January 2015
Kalau kamu salah satu pecinta korean wave, Korea Selatan sudah pasti jadi salah satu negara yang ingin kamu kunjungi. Bagaimana tidak, selain karena oppa-oppa tampan dan kisah romantisnya, kesyahduan drama Korea  juga ditunjang oleh tempat-tempat menawan yang menambah hikmat setiap adegan. Sayangnya, saat aku berkunjung ke sana, aku sama sekali bukan penikmat drama Korea apalagi kpop, jadi nggak terlalu banyak referensi. Sayangnya lagi beberapa fotoku di Korea Selatan hilang, karena diambil dari berbagai kamera orang.

Sebenarnya banyak tempat indah dan menarik di Seoul (oppa-oppa yang menarik juga banyak). Namun, kalau kamu nggak punya banyak waktu dan biaya, paling nggak 5 tempat ini harus kamu kunjungi, diantaranya;

1. Namsan Tower; ikon kota Seoul yang penuh dengan kesan romantis


     

Pernah nonton mega hit drama Boys Before Flower atau My Love From Another Star? Pasti kamu nggak asing dengan tempat ini. Bangunan ikonik Seoul ini bernama Namsan Tower atau sebagian orang menyebutnya Seoul Tower. Terletak di dataran tinggi Seoul tepatnya di pegunungan Namsan, membuat Namsan Tower semakin menarik untuk dikunjungi. Karena kamu bisa melihat keindahan sebagian besar wilayah kota Seoul dari atas (243 m) dengan biaya 10.000 won.

Selain pemandangan yang indah, kamu juga akan menemukan area gembok cinta di sini, nah kalo ini gratis. Katanya kalau menuliskan namamu dan pasangan di gembok cinta, kemudian membuang kuncinya, maka cinta kalian akan abadi. Halah, tlq. Terlepas dari kebenarannya (yang jelas belum tentu benar), area gembok cinta juga nggak kalah menarik dan romantis untuk berfoto ria. Jadi kalau ke Seoul pastikan kamu datang ke sini ya! (kalo bisa bersama pasangan biar nggak baper)

2. Itaewon; daerah muslim terbesar di Seoul, Insyallah halal


Itaewon via www.english.visitkorea.or.kr
Kalau kamu seorang muslim yang concern dengan setiap makanan, berkunjung ke Korea Selatan jelas jadi kekhawatiran. Tentu saja karena sebagian besar makanan di Korea tidak halal, menemukan yang tidak mengandung babi aja udah syukur apalagi kalo ada makanan dengan label halal. Namun kamu tidak perlu khawatir jika kamu menginap di daerah Itaewon.

Itaewon merupakan wilayah muslim terbesar di Seoul. Banyak penduduk Turki yang tinggal di wilayah ini, tentunya soal makanan kamu akan aman, Insyallah halal. Restoran Turki hingga street food a la Turki bisa kamu temui di wilayah ini. Selain itu, ada pula masjid besar Itaewon yang akan memudahkanmu untuk beribadah. Jadi kalau ke Seoul pastikan kamu datang ke wilayah ini ya, sekedar untuk solat dan makan makanan halal. 


3. Myeong-dong; surga belanja anak muda Korea, segala brand ternama lengkap dengan diskon-diskonnya ada di sini


Myeong-dong street market via www.myeongdong-kr.com

Pernah nonton drama He's beautiful? Nah tempat ini adalah tempat Park Shin Ye menunggu Jang Keun Suk saat pulang dari gereja (kalo nggak salah sih). Myeong-dong adalah tempat gaulnya anak muda Korea (selain Gangnam tentunya). Kamu bisa menemukan jajaran toko-toko branded di wilayah ini. Mulai dari skin care, aneka fashion, hingga make up ternama ada di sini. Lantas apa bedanya dengan mall? jelas beda, karena tak jarang toko-toko di sini memberikan diskon besar-besaran.

-9 bikin senyum kaku banget kaya kanebo kering, maapin :(
Kalau kamu datang ke sana di momentum yang tepat, kamu akan menemukan diskon-diskon bertebaran. Beruntungnya saat aku ke sana bertepatan dengan diskon awal tahun. Saat itu produk fashion H & M bahkan bisa ditemukan dengan range harga Rp.30.000-200.000, nggak heran kalau waktu itu banyak teman serombongan yang kalap. Selain jajaran diskon aneka fashion, yang akan membuatmu kalap adalah skin care dan make-up. Bukan karena diskon yang ditawarkan tapi karena harganya disubsidi oleh pemerintah, jadi jauh lebih murah. Kamu bisa menemukan masker Etude 9+1 pcs dengan harga 900 won atau hanya sekitar Rp.12.000/pcs. Harga yang sangat murah bila dibandingkan dengan Etude di Indonesia. 

Jadi, kalau kamu pecinta belanja brand-brand ternama dengan harga rendah, Myeong-dong harus ada dalam list tempat yang wajib kamu kunjungi, kalo perlu seharian.


4. Gyeongbokgung Palace; ikon budaya Korea Selatan sejak zaman Joseon Dinasty


depan pintu masuk Gyeongbokgung Palace

Pecinta drama Korea kolosal pasti akrab dengan tempat ini. Gyeongbokgung atau biasa disebut Gyeongbok Palace ini dibangun pada tahun 1395 pada dinasti Joseon. Dengan biaya masuk 10.000 won, Gyeongbok Palace akan mengajamu menoleh sejarah Korea Selatan lengkap dengan etnik bangunan yang ciamik. Seperti museum dan tempat bersejarah kebanyakan, tempat ini tutup jam 4 sore, jadi kalau ke sini usahakan pagi hari.

King Sejong - Admiral Yi Sun Sun - Cheonggyecheon Stream

Nggak perlu khawatir, kalau kamu nggak punya cukup uang dan waktu untuk masuk ke Gyeongbok Palace, kamu tetap nggak rugi-rugi amat kok. Karena area di sekitarnya juga banyak tempat menarik yang tentunya gratis. Selain bisa berfoto di pintu masuk Gyeongbok Palace, kamu bisa juga berfoto di area depannya yakni Gwanghwamun Square dengan landmark patung “King Sejong” dan “Admiral Yi Sun-sin”. Tidak jauh dari area ini kamu akan sampai di Cheonggyecheon Stream, sungai yang nggak bagus-bagus amat tapi boleh lah. Saat malam bahkan kamu bisa melihat lampion-lampion di area ini.

Jadi pastikan kamu datang ke area Gyeongbokgung Palace ya untuk menikmati paket wisata murah dan lengkap.

5. Dongdaemun; tempat berburu oleh-oleh murah, yang bahkan bisa kamu bayar dengan uang Rupiah.

(maaf karena nggak ada gambarnya)

Saat berkunjung ke Seoul, rasanya belum lengkap kalau belum beli oleh-oleh khasnya. Dongdaemun bisa jadi tempat andalan untuk turis berburu oleh-oleh, tepatnya di lantai 5 toko souvenir "Korea-Indonesia". Harga yang ditawarkan memang nggak terlalu berbeda dengan tempat lain, namun yang membuat tempat ini menarik adalah penjualnya yang bisa berbahasa Indonesia bahkan dengan aksen Sunda. Nggak hanya itu, kamu bisa membayar dengan uang Rupiah. Kebayang kan gimana ganasnya turis Indonesia kalo lagi berburu oleh-oleh di tempat ini? Seru.

Nah itu tadi 5 tempat yang wajib kamu kunjungi di Seoul. Tapi kalau punya kelebihan uang dan waktu luang, bisa juga menambahkan list lainnya seperti Gangnam, Insadong, Han River, Lotte World, Amusement Park  sekalian mampir ke Nami Island atau Busan. Dijamin puas.




Kamis, 12 Januari 2017

Wanita Paruh Baya Penjelajah Dunia, yang Kupanggil Bunda

Netherlands, Oktober 2016


Wanita ini bernama Temuningsih. Ia adalah seorang guru, istri, dan ibu dari 3 gadis prempuan yang punya karakter beragam. Mba Kiki si sabar dan berbakti, Regina si galak yang super pintar, dan aku si nekat yang menyebalkan merupakan anak-anaknya yang selalu ia banggakan. Iya, ia adalah ibu sekaligus partner debat terbaikku

10 tahun yang lalu ia hanyalah guru Bahasa Inggris SMA biasa yang berjuang menyelesaikan thesis nya. Lulus kuliah S2 -yang didapat dari penghargaan guru berprestasi daerah- merupakan mimpi terbesarnya saat itu. Tak pernah terpikirkan ia akan melangkah sejauh ini, berkeliling dunia melampaui mimpi-mimpi yang pernah ia miliki.

Aku masih ingat kala pertama ia dengan senangnya bercerita kalau ada seorang murid binaanya di English Club yang mengajak jalan-jalan ke luar negeri. Rasanya ia tak percaya bisa ke luar negeri bersama 2 murid SMA saat usianya tak lagi muda. Herannya, ia yang biasanya hanya jalan kaki dari rumah ke warung langganan harus siap untuk berjalan berjam-jam di negeri orang.

Sepulang dari plesir pertamanya ia terus menerus cerita soal pengalamannya berjalan jauh menuju Petronas, tentang menghemat uang makan, tentang indahnya China Town (ia adalah pengagum budaya dan etnis Tionghoa) dan cerita-cerita yang butuh 7 hari untuk diselesaikan. Dari sanalah Bunda bertekat suatu saat akan menapakan kaki ke luar negeri lagi. Ia memanfaatkan facebooknya untuk berkenalan dengan penduduk lokal negara yang ingin dikunjungi. Bergabung di group backpacker dunia dan pemburu tiket murah, hingga memantau promo tiket Air Asia. Ia bahkan membeli buku-buku cara hemat ke luar negeri dari berbagai negara, bukan, bukan ia yang baca tapi Mba Kiki yang disuruh baca kemudian diceritakan padanya. Mba Kiki memang si sabar dan berbakti.

Sadar kalau jalan-jalan ke luar negeri butuh biaya, sementara gaji guru juga tak banyak dan tanggungan yang tak sedikit. Ia mengajak kami sekeluarga untuk buka usaha perjalanan wisata bernama “Kirana Tour and Travel”. Kirana adalah singkatan dari nama ketiga anaknya; Kiki-Tira-Regina. Karena ini bisnis keluarga, maka semua anggota terlibat di dalamnya.

Bapak yang paham soal administrasi, birokrasi dan perizinan, bagian mengurus segala legalitas usaha dan kerja sama dengan maskapai. Mba Kiki yang membuat design publikasi, menyusun alur kerja dan pembukuan secara detail. Regina dari usia 10 tahun sudah mengurus sistem ticketing dan segala pembayaran dengan internet banking.  Urusan “ngomong” dan berjejaring adalah hal yang bisa aku andalkan, aku membuat tour mahasiswa dan menjadi guide. Traveling bukan lagi mimpi Ibu semata tapi jadi mimpi setiap anggota keluarga kami.

Sekarang sudah hampir 20 Negara yang ia kunjungi, ia bahkan menjadi koordinator Backpacker Dunia regional Lampung, beberapa koran lokal juga sempat mengangkat kisahnya. Tapi ia tetaplah wanita yang sama, yang setiap pagi memasak untuk suami dan anak-anaknya. Wanita yang sabar mendengar rengekan anak manjanya yang merantau ke Jogja, sabar melihat kecuekan Regina yang bahkan lebih suka ketemu gadget daripada manusia, sabar mengurus dan memandikan mbah putri (ibunya yang berusia 91 tahun).

Usianya mungkin tak lagi muda tapi semangatnya bisa jadi melebihi anak-anak muda zaman sekarang. Ia selalu percaya bahwa tak ada mimpi yang tak bisa diupayakan. Mimpi besarnya adalah bisa ke Inggris, negara yang dari dulu diidamkannya, tapi tetap saja impian terbesarnya adalah melihat ketiga anaknya lulus S2.

Ahh sedang diupayakan.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sehat terus ya Bun :")





Minggu, 01 Januari 2017

Sejenak Menoleh Jejak Kaki 2016 Sambil Menyusun Resolusi 2017

Hari ini menjadi langkah pembuka untuk kejutan-kejutan baru di tahun 2017, aku tak sabar untuk melihat akan seperti apa jadinya. Tapi rasanya hati ini masih belum bisa beranjak dari 366 hari penuh lika-liku sepanjang 2016. Tak ada salahnya untuk mengingat apa-apa saja yang telah kulewati sampai hari ini, sembari memikirkan langkah perbaikan dan menyusun resolusi.

Mengawali 2016 dengan menjadi Tour Leader di Hongkong-Macau-China dan berlanjut ke Singapura. Jejak kaki pertama yang begitu istimewa




10-19 Januari 2016, langkah kaki kian cepat menapaki tempat-tempat baru.  Hongkong-Macau-China bahkan tak ada dalam list negara yang ingin aku kunjungi. Sesederhana aku hanya bermimpi ingin ke Singapura dan Filipina, tapi bukan Tuhan kalau tak luar biasa, Dia membawaku ke-3 negara ini bersama 50 mahasiswa dan 3 pria luar biasa bernama Kevin (Kevin Benedict-sahabat sekaligus rekan bisnis, Kevin Andyan-Ketua Muda Menginspirasi, dan Kevin-Wong pemilik travel Hongkong yang begitu ramah dan lancar berbahasa Indonesia).

Adalah anugerah terindah sepulang dari ke-3 negara tersebut, semesta membawaku pada negeri yang sejak kecil kuimpikan, Singapura. Di sana aku bertemu Kak Tika, gadis yang kutemui di Bandung saat tengah mengambil data skripsi. Aku dan dia bisa begitu dekat hanya karena kami sama-sama suka berjalan-jalan sendirian, aneh memang. Tapi rasanya seperti bertemu teman lama, menyenangkan.

Halo Hipwee!




Sehari setelah pulang dari Singapura, aku memulai hidup baru sebagai seorang pekerja. Hipwee.com adalah tempat yang dengan ikhlas menerimaku. Masih begitu canggung dan tak percaya, aku akhirnya memasuki hidup yang sesungguhnya, fase bekerja dan (berusaha) menjadi orang dewasa. 

Aku belajar banyak hal baru di sini, belajar untuk tidak begitu panik saat membuat kesalahan, belajar memahami banyak orang dan belajar menerima kenyataan. Hipwee bukan hanya tempat kerja tetapi tempatku melihat dunia. Di sini aku menemukan orang-orang yang begitu beragam, dari yang begitu mengagungkan pekerjaan, mengagungkan cinta hingga yang tak percaya Tuhan pun ada.

Mereka membuatku tersadar bahwa dunia tak hanya diisi satu jenis manusia, tetapi begitu beragam, yang perlu kita lakukan adalah toleransi dan penerimaan.


Thailand, untuk ke tiga kalinya kau buatku jatuh cinta




Mei 2016, tepat 2 tahun setelah ITFCP, aku kembali ke negara ini. Thailand entah kenapa selalu meninggalkan rasa cinta. Ahh mungkin karena aku yang terlalu melow-drama. Tapi kali ini bukan lagi pertemuan dengan laki-laki yang membuatku jatuh hati. Melainkan tentang kecintaanku terhadap perbedaan. Membawa rombongan mahasiswa yang mayoritas orang-orang Timur dan keturunan Tiongkok membuatku menyadari bahwa perbedaan bukan halangan untuk berkawan dan menyayangi. 

Karena hidup memang tak selamanya menyenangkan, aku harus puas menerima kenyataan gagal sebelum berperang


failed via tumblr.com

Sombong, adalah kata yang pas menggambarkanku saat itu. September 2016 aku begitu yakin bahwa aku pasti bisa meraih beasiswa yang aku impikan bahkan tanpa susah payah berusaha. Memalukan, aku bahkan gagal mendaftar karena hasil tes TOEFL ku yang tak mencapai target. Terlalu menggampangkan, aku bahkan tak sempat ikut tes ulang karena waktu yang tak akan terkejar.

Menyesal, tapi apa daya, aku harus lebih berjuang di lain kesempatan. Aku memang harus diberi cambuk lebih keras agar mampu mengencangkan ikat kepala dan tak berhenti berusaha.  

Tuhan tak pernah membiarkanku bersedih terlalu lama, senyum terkembang setelah tawaran menjadi tour guide untuk rombongan pegawai bank datang


saat mereka pesta Halloween, kocak.

Saat aku mulai menata diri dan membenahi ketidak-produktifan-hidup yang aku lewati pasca kegagalan sbelum sampai ke pintu gerbang, tiba-tiba seorang teman yang selama setahun tak bersua pun mengabari. Ia memintaku membantu bisnis keluarganya menjadi PIC untuk rombongan tour pegawai bank dari Jakarta.

Letih memang harus selalu terlihat ceria dan sopan di depan Bapak-ibu-mas-mbak rombongan yang begitu banyak permintaan. Tapi selalu ada saja hal-hal menyenangkan yang datang, termasuk mas-mas yang menghiburku dan membuatku tak canggung lagi. Berbalas pantun menjadi cara yang ia lakukan untuk mencairkan suasana dan membuatku tersenyum. Mungkin kalau saat itu dia tidak ada, aku akan menjadi gadis canggung sampai akhir dan merasa sebagai guide yang gagal. Kalau bisa berjumpa lagi dengannya aku hanya akan bilang "Terima kasih Masbro!"

Begitulah highlight 2016 yang aku lewati, banyak hal lain yang membekas di hati tapi tak dapat aku tuangkan di sini. Aku bersyukur atas apapun yang Tuhan percayakan padaku, atas setiap episode kehidupan yang aku perankan atas dasar naskah Tuhan dengan jalan cerita terbaik-Nya.

Aku menutup tahun 2016 dengan rasa syukur dan pengharapan baru, semoga semesta mengabulkan mimpi-mimpiku tahun ini


Selamat Datang 2017!

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages