Sabtu, 17 Desember 2016

Manggadaikan Produktivitas Demi Drama Korea? Ahh Aku Hampir Gila!

Beberapa pekan lalu entah mengapa rasanya begitu berat menjalani hidup, entah karena berat badan yang terus naik. Bisa jadi! Rasanya enggan untuk mengerjakan banyak hal. Merasa tidak pada peforma terbaik, merasa tidak di jalan yang baik, merasa pekerjaan begitu sulit, merasa lelaki tampan itu yang sipit. Galau antara harus melepaskan pekerjaan demi S2, galau pilih jurusan yang mana, atau sekedar galau karena mau makan apa. Entahlah segala hal yang biasa saja seoalah begitu rumit. Mungkin ini yang dinamakan demotivated.

Sebenarnya hal ini bukan pertama kali terjadi, dalam hidup pasti ada masanya kehilangan semangat. Biasanya selalu ada 3 cara yang aku lakukan untuk mengatasinya; traveling, makan es krim dan nonton film komedi. Selain harus hemat, aku belum bisa ambil cuti untuk traveling jadilah tersisa 2 pilihan; makan es krim atau nonton film komedi. Makan es krim rasanya terlalu sering, dan kali ini tidak cukup meningkatkan semangat justru berat badan yang terus meningkat. Jadilah pilihan jatuh ke “nonton film komedi”.

Andrall, Ojik dan Om Rez adalah 3 nama yang terlintas untuk dimintai film, selain karena mereka cukup ‘lucu’ aku merasa mereka punya banyak stok film. Tapi ternyata aku salah.

Ojik, list film yang dia berikan adalah Sex Tape dan The Other Woman, film yang bahkan adegan ranjang akan mucul di menit pertama. Aku gak tahu film dewasa itu lucunya dimana. Yah, sekarang aku paham, kenapa cowok-cowok selalu bilang cewek sexy di instagram “wih lucu banget”, ternyata itu lucu dari kacamata pria. Failed!

Andrall, si pria brewokan berwajah gahar itu memberikan aku rentetan film… kartun. Iya, kartun. Entahlah walaupun aku nggak suka film dewasa, bukan berarti film anak-anak juga, aku bahkan gak mau nonton kartun kalo bukan dengan adikku. Yah, harusnya aku mempertimbangkan stiker Winnie the Pooh di laptopnya sebelum minta rekomendasi film padanya. Failed!

Om Reza, si pria yang paling tua di kantor itu bukan memberikan film lucu, tapi…. Drama korea. Yah walaupun dia adalah yang paling bijak dan selalu bicara selayaknya orang dewasa, tapi dia begitu suka nonton drama korea. Nggak ada yang salah memang, tapi….

Sudah 8 bulan aku menghindari nonton drama, sekalipun saat semua orang membicarakan Descendent of The Sun pun aku tidak tergiur sama sekali. Karena aku tau sekali aku nonton drama aku nggak akan bisa berhenti. Selepas SMA, 4 Tahun aku berhenti nonton drama, tapi saat KKN aku kembali mencoba nonton dan kembali addicted. Selepas KKN aku mencoba berhenti lagi. Soal Drama Korea aku memang mudah goyah.

Aku teringat, saat semua orang main Let’s Get Rich, aku orang yang paling keras kepala untuk tidak sekalipun mencobanya. Aku bahkan memblokir orang-orang yang mengundangku main Let’s Get Rich di LINE. Saat sedang booming permainan Pokemon Go, aku jadi orang paling ngotot untuk tidak mencobanya. Sekalipun anak kantor pergi keluar bersama demi memainkannya, aku tetap tidak tergoda, yah hanya sesekali mencoba dari HP teman, itupun aku merasa tak ingin melepaskan hpnya dari genggamanku. Alasannya sederhana, aku terlalu mudah kecanduan dan ketergantungan pada hal-hal yang berpotensi membuatku suka (banget), makanya aku memilih menghindar. Jadi kalau aku menghindari sesorang, kemungkinan besar aku suka (banget).

Ahh, balik ke Drama Korea, Om Rez memberikan “Shopping King Louie”. Pemain cowoknya terlalu imut, nggak terkenal, ceweknya juga nggak terkenal (mungkin karena sudah lama nggak nonton drama jadi aku nggak kenal siapa-siapa), aku yakin aku tidak akan tergoda menontonnya. Episode pertama sukses membuatku ketiduran di tengah cerita, aku tidak akan kecanduan, pikirku. Besoknya, iseng liat episode ke-2 dan ternyata, lagi-lagi aku hampir gila. Dalam 3 hari aku menyelesaikan 16 episode, persis seperti pengangguran. Ottoke ottoke? Aku rasa aku mulai kecanduan.

Tidak cukup di sana, aku juga nonton The Legend of The Blue Sea yang sekarang masih tayang, aku bahkan rela menunggu Rabu-Kamis untuk download. Tidak puas menunggu Rabu-Kamis, aku juga nonton web drama 7 First Kisses, yang juga tayang seminggu sekali. Aku harus rela mengecek youtube untuk melihat apakah sudah ada episode terbarunya. Terparahnya lagi, aku nonton Drama Jealously Incarnate dan hampir tiap pagi aku datang dengan wajah gloomy dan mata bengkak karena menangis dan tertawa bersamaan saat menontonnya tiap malam. Ahhh, aku benar-benar mengila, ditambah lingkungan sekitar merekomendasikan Goblin dan Romantic Doctor Kim, rasanya aku tak mau dengar.

Sekarang, masalahku bukan lagi soal "demotivated" tapi berganti menjadi "Korean drama addicted". Aku sedang memikirkan cara agar kembali berhenti nonton drama Korea. Ada ide?

Jealously Incarnate via www.dramafever.com

4 komentar:

  1. Selamat! Kamu telah terperangkap dalam jebakan penuh adiksi berupa drama Korea! HAHAHAHAHAHA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru baca komenmu, dan aku baca ulang tulisan ini. Ya Allah sampe sekarang aku masih kecanduan :(

      Hapus
  2. Seriussss. Sama persis :"( . Skripsi ku ga kelar2 karena drama korea hikkssssssss. Anyone help?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mita, duuuuh kalo lagi skripsian mending distop deh bisa nggak kelar entar. Drama Korea macam virus ya huhu :(

      Hapus

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages