Rabu, 28 Desember 2016

[Life Hacks] 6 Cara Bertahan Hidup di Akhir Bulan


Hidup di akhir bulan dengan teman mie instan
Hidup di akhir bulan aku harus bertahan (Akhir Bulan-Kunto Aji)


Sesulit-sulitnya hidup di akhir bulan akan lebih sulit hidup di akhir zaman akhir bulan+akhir tahun. Kenapa akhir tahun? Karena ada sale akhir tahun, Harbolnas, diskon natal, banyak long weekend dan di Jogja ada Sekaten. Hal-hal tersebut sadar nggak sadar membuat kita merogoh kocek lebih dalam dengan kedok "gapapa, mumpung ada kesempatan". Kalo bisa beli sabun mandi pun di Harbolnas, hadeuh. Alhasil akhir bulan di akhir tahun benar-benar jadi momok mengerikan yang tentu menghadapinya butuh perjuangan.

Uang tinggal 150 ribu untuk 10 hari nggak boleh membuat kelaparan apalagi menghindari pergaulan, tapi juga jangan sampai membuatmu terlilit hutang. Sebenarnya masih ada uang tabungan, tapi jelas tabungan dan jatah bulanan itu lain urusan, jadi nggak boleh diotak-atik. Memang harus kejam soal saving demi masa depan. Selama beberapa hari aku seolah dipaksa memutar otak demi menghadapi akhir bulan dan ternyata cara-cara yang kutempuh cukup ampuh. 

1. Sebelum menghadapi peperangan, pastikan kamu punya persediaan.


Saat uang masih melimpah ruah, dan wajah masih sumringah, coba deh beli persediaan yang bisa bertahan sampai akhir bulan. Misalnya, isi air galon (penting banget nih), sabun cuci, sabun mandi, odol, stok cemilan, beras, dan beberapa makanan kering. Pastikan cukup sampai akhir bulan. Paling nggak pas akhir bulan masih bisa hidup dengan tenang walaupun penuh pengiritan. Kalo punya persediaan, PR-nya tinggal mengotak-atik cara makan.


2. Saat sarapan, cobalah berteman dengan angkingan atau pisang!

1 bungkus nasi angkringan = Rp.2000,-
2 gorengan = Rp.1000,-
Bisa kenyang dengan modal Rp.3000,- (nikmat Jogja mana yang kamu dustakan?). Kalo bosen dengan angkringan bisa ganti dengan pisang (pastikan nggak lebih dari 3.000) atau diselingi makan roti seharga 3.000-an. Ngirit boleh, tapi jangan sampai meninggalkan sarapan!

PS: Jika sakit hubungi dokter

3. Tingkatkan keterampilan dengan mengolah makanan sisa semalam


Sebagai sarjana pertanian (yang pas zaman kuliah sering demo kedaulatan pangan), aku paling pantang buang-buang makanan. Contohnya hari Sabtu kemarin, masih ada telur goreng dan nasi sisa semalam. Kalo dimakan gitu aja pasti bikin nggak nafsu makan. Dengan modal beberapa cabe rawit di kulkas, bawang bombai (nggak ada bawang merah dan putih, cuma ada 1/2 bawang bombai yang tersisa), bon cabe, garam dan kecap, jadilah nasi goreng. Bahkan nasi goreng hasil olah sisa semalampun bisa dimakan 5 orang, selain diri sendiri kamu bisa menyelematkan perut banyak orang.


4. Go-pay is a new hope


Pernah mengalami uang sisa di ATM Rp 50.125? Seperti punya uang tapi tak punya, karena tetep nggak bisa diambil. Untuk penarikan, minimal sisa uang di ATM Rp.20.000. Sedang 'si-30.000' juga nggak bisa diambil karena nominal terkecil penarikan di ATM kan 50.000 (ada yang 20.000 sih tapi udah jarang banget, nyarinya susah). Nah jangan putus asa! Go-pay adalah solusinya. Top up go-pay aja 'si-30.000', kelar urusan. Kalo mau makan bisa go-food, pastikan pesan makan di tempat go-food partner, karena dengan go-pay jadi free delivery order.
Go-pay seems like God-pay

5. Cari aktivitas menyenangkan yang bikin lupa kalo belum makan seharian


Punya hobi yang nggak perlu mengeluarkan biaya dan bisa bikin lupa makan seharian? boleh tuh dicoba. Bisa baca buku, nonton drama Korea, maraton nonton film, atau main game seharian. Contohnya hari Minggu kemarin, aku menyelesaikan drama Korea 15 episode dalam sehari. Dengan bermodal air mineral galon, stok camilan bulanan, dan go-food 1x pesan aku bertahan hidup seharian. Ngirit? jelas. Laper? nggak sama sekali. Sehat? nggak juga sih (besoknya pegel dan ngantuk hahaha).

PS: Jika sakit hubungi dokter

6. Kalo masih ada makanan kenapa harus jajan?


di kantor, setiap pegawainya dapat jatah makan siang, tapi nggak semua makan di kantor. Ada yang milih jajan, ada yang ketemu orang di luar saat jam makan siang, ada juga yang nggak doyan makan. Jadi setiap sore selalu ada aja sisa makanan, dan itu masih banyak. Salah satu penulis yang terampil dan berjiwa keibuan, Meliy, selalu mengolah makanan di sore hari. Jadinya bisa deh dimakan untuk malam. Lagipula sayang kan kalo kebuang, toh masih banyak dan masih enak. Lumayan bisa hemat makan malam. Meily memang panutan.

Dengan 6 cara di atas, uang 150 ribu pun bisa membuatku bertahan selama 10 hari, bahkan masih bisa nonton film di bioskop, nongkrong bareng teman-teman saat malam minggu dan jajan lekker saat break kerja. Sama sekali nggak ngutak-atik uang tabungan.

Perut kenyang, pergaulan jalan. Ngutang? pantang! Sehat? Wallahualam.

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages