Jumat, 09 Agustus 2019

5 Spot Foto Hits Warna-Warni di Kuala Lumpur, yang Bisa Dikunjungi dalam Sehari


Kali ini aku mau sharing tentang perjalananku ke Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur. Menurutku selalu ada alasan untuk berkunjung ke negara ini, baik untukmu yang pertama kali ke luar negeri  ataupun yang sudah beberapa kali ke luar negeri.

Pertama, negara ini paling dekat dengan Indonesia dan tentunya paling terjangkau. Walaupun judulnya jalan-jalan ke luar negeri, ke Malaysia nggak akan merogoh kocekmu terlalu dalam (kecuali kamu ke sana untuk belanja di Sephora ya, itu lain cerita). Kedua, tiket murah dari Indonesia ke negara ini bertebaran, bahkan seringkali harga tiket pesawat dari Pulau Jawa ke beberapa provinsi di Sumatra lebih murah via Kuala Lumpur dibandingkan direct flight. Ketiga, kalau perjalanan ke luar negerimu terkendala bahasa, ke Malaysia tentu nggak akan jadi masalah dong kan bahasa Melayu nggak beda jauh dari Indonesia. Keempat, banyak pilihan transportasi ke berbagai objek wisata di Kuala Lumpur, mulai dari naik bus Go KL yang gratis, bus Rapid KL, Train/ MRT/ komuter, dan kalau mau lebih gampang tentu saja naik Grab. Di sana aku kemana-mana naik Grab dengan tukar poin, lumayan jadi gratis. Kelima, jangan berpikir kalau Malaysia itu obyeknya hanya menara Petronas ya, banyak kok spot-spot lucu yang menarik kamu kunjungi. 

Ah iya, nggak perlu lama-lama ke Kuala Lumpur, cukup sehari kalau kamu mau ke tempat-tempat wisata hits Instagramable di sana (well, kata instagramable menurutku overused). 

08:00 Batu Caves Temple


Awali hari dengan berkunjung ke Batu Caves Temple. Letaknya di Selangor, agak jauh dari pusat kota atau sekitar 13-15 km di utara Kuala Lumpur, yah sekitar 30-45 menit naik grab atau train/ komuter. Batu Caves adalah salah satu tempat wisata yang ramai pengunjung terutama di hari libur, jadi saranku, datang ke sini sepagi mungkin, biar  memudahkanmu untuk mengambil foto saat belum terlalu banyak orang. Jangan lupa bawa kacamata ya!

Ini yang terjadi kalau kamu dateng kesiangan dan di Malaysia lagi libur nasional; rame bat mau foto aja susah


11:30 Dataran Merdeka


Sekitar 30 menit dari Batu Caves (kalau naik grab car), aku menuju ke Dataran Merdeka, di sana terdapat bangunan-bangunan tua peninggalan jaman koloal yang bernama Abdul Samad Building. Nggak cuma itu, ada juga KL Gallery, dan kawasan ini juga nggak jauh dari Central Market, buatmu yang pengen belanja oleh-oleh. Berhubung tujuanku hanya foto stop jadi aku hanya fokus foto-foto di depan Abdul Samad Building. 

13:00 Makan siang di Bukit Bintang, sekalian mampir ke Marvel Studio di Pavilion Elite lantai 10


Setelah berpanas-panas di Batu Caves dan Dataran Merdeka, aku lanjut ke Bukit Bintang. Belum lengkap rasanya datang ke Kuala Lumpur kalau nggak mampir ke kawasan pusat perbelanjaan hits ini. Selain buat 'ngadem', di sini kamu bisa makan siang, dan belanja tentunya. Tapi, nggak hanya itu, dari tanggal 28 Juni - 27 Oktober 2019 ada yang spesial di Pavilion Elite Bukit Bintang KL khusus untukmu pecinta Marvel, yaitu ada Exhibition MARVEL STUD10S bertajuk "Ten Years of Heroes". Tiket masuknya Rp. 162,509 kalau kamu booking tiket online, atau 200 RM kalau beli on the spot. Tentunya buatmu yang datang ke Kuala Lumpur untuk cari spot foto warna-warni nan hits, datang ke exhibition ini juga bisa jadi solusi. 


17:00 Foto-foto di Jalan Alor


Setelah seru-seruan di Marvel Studio, sambil belanja di Bukit Bintang, lanjut foto-foto lagi dong. Nggak jauh dari Pavilion Bukit Bintang, atau jalan sekitar 300 meter, kamu bisa foto-foto di spot warna-warni yang terletak di Jalan Alor. Berhubung hari itu Malaysia lagi libur nasional, jadi dimana-mana rame, nggak heran dong ya kenapa ada gerombolan orang di belakangku. Saranku ke sini jangan pas libur deh.

Nggak perlu lama-lama foto (karena spotnya cuma se-gang ini aja), nggak jauh dari sini berjejer tempat massage buatmu yang lelah jalan seharian dan butuh meregangkan kaki. Selain itu, tempat ini dekat dari Petaling street, untukmu yang ingin wisata kuliner Chinese food. Tapi, yang muslim nggak disarankan ya, karena hampir semua makanan di sana nggak halal. Aku pun makannya melipir ke KFC.

Setelah foto-foto, makan, dan massage di kawasan Jalan Alor. Kamu bisa nih mampir ke menara Petronas buat sekadar liat atau foto buat syarat, yah namanya juga 'mandatory spot", belum ke KL kalo belum ke sana, katanya. Dari Bukit Bintang ke Petronas kamu bisa naik bus Go KL, gratis kok. Tapi Petronas nggak masuk dalam 5 rekomendasi spot foto hits versiku ya. 

19:00 Nongki cantik sambil nyicipin gelato di Inside Scoop 

Licked it, it's mine (?)
Kalau tujuanmu ke Kuala Lumpur adalah buat nyari tempat hits warna-warni, kamu harus nyobain tempat gelato yang satu ini. Namanya Inside Scoop, teman kami dari KL yang mengajak ke sini. Ada 23 outlet Inside Scoop di Malaysia (ini hasil kepo websitenya), jadi kamu tinggal pilih mau ke mana, pilih yang paling dekat dengan penginapanmu deh. Kalau aku kemarin nyobain Inside Scoop di dekat Mall Bangsar Village, nggak jauh dari KL Sentral. Ada berbagai varian gelato di sini, tentunya bisa mendinginkan harimu karena panas jalan-jalan di Kuala Lumpur seharian. Spot foto yang kami pilih itu di bagian depan Inside Scoop, nuansa tropical gitu cocok lah sama outfit kami (yagasi? yadong).

Yaps, itu tadi 5 tempat yang menurutku menarik buat foto-foto di Kuala Lumpur, kalau punya rekomendasi tempat lain yang seru dan warna-warni boleh lho bisikin aku atau tulis di kolom komentar.

PS: Kalau kamu ke 5 spot ini dalam sehari kayak aku, kusaranin bawa outer deh biar bajunya keliatan beda-beda di foto hahaha emang rempong akutu anaknya. Ini hanya berlaku buatmu yang siap rempong lho ya, heheu. Selamat mencoba :) 


Baca Juga :

Rabu, 08 Mei 2019

Kenalan dengan Elsheskin Clinic; Produk, Treatment, dan Keseruan Campaign #WeLoveThePlanet


Semoga kamu tidak bosen dengan postinganku yang akhir-akhir ini tentang produk skincare dan perawatan ya. Mengingat akhir tahun kemarin aku sempat bruntusan parah karena nggak terlalu peduli dengan kesehatan kulit, jadi tahun ini aku lagi seneng banget nyobain beragam perawatan kulit terutama wajah, demi #2019LebihGlowing dan #2019MenujuNanaMirdad.

Senangnya sekarang nggak harus beli produk skincare mahal-mahal untuk dapetin ragam produk dan perawatan berkualitas, karena makin banyak produk lokal yang nggak kalah dari skincare Korea Salah satu yang menarik perhatianku yaitu Elsheskin. Awalnya kukira Elsheskin hanya sekadar menawarkan skincare product, ternyata juga beragam treatment dan ada juga make-up lho! Pasti udah tahu produk lipstick Elsheskin x Tasya Farasya yang lagi hits itu kan? itu salah satunya.

Nah beruntungnya aku dan teman-teman Jogjabloggirls hari Jumat (03/05/2019) lalu berkesempatan diundang ke acara Sparkling Beauty Talkshow Elsheskin di Hartono Mall, Yogyakarta. Nggak cuma datang haha-hihi dan foto-foto, tapi kami banyak banget dapet pengalaman seru dan ilmu baru di acara ini.

Acara di awali dengan main games seru berhadiah paket dari Elsheskin


Acara dimulai pkl. 19:00 yang dibuka oleh MC kondang Jogja @tulusaw. Seolah mampu membawa mood audiens yang datang, acara Sparkling Beauty Talkshow ini diawali dengan bermain games tebak kata yang tentunya berkaitan dengan beauty product and treatment. Senangnya karena aku dan Amel yang nekat ikutan ini akhirnya menang dan berhasil dapetin tambahan produk dari Elsheskin #NjukPamer.

Dilanjutkan dengan Talkshow tentang kesehatan kulit bersama dr.Mita, Sp.KK


Setelah seru-seruan main games -yang ehem kami menang- acara dilanjutkan dengan talkshow terkait kesehatan kulit bersama dokter andalan Elsheskin Clinic yang lumayan hits di Jogja, yaitu dr.Mita, Sp.KK. Banyak banget ilmu yang didapat dari dr.Mita, mulai dari pentingnya mengenali jenis kulit, paham skincare yang aman untuk Ibu Menyusui, hingga membahas beragam treatment dan manfaat-maanfaatnya bagi kulit. Hampir semua pertanyaan yang muncul di sesi ini seputar "aman nggak sih kalau filler?", "aman nggak sih treatment kalau sedang hamil atau menyusui?', "skincare ini aman nggak sih?". Baiklah, selain mencari kenyamanan kita semua memang butuh rasa aman (lho). 

Senangnya karena semua treatment dan produk yang ditawarkan oleh Elsheskin aman kok gaes, karena sudah tersertifikasi dan yang pasti didampingi oleh dokter-dokter yang memang credible

Nah, untuk treatmentnya ada macem-macem nggak cuma facial aja kok, melainkan ada thread lift treatment, filler treatment, botox treatment, dan beragam treatment khusus. Aku nggak mungkin bahas satu-satu kan ya karena 1 page nggak akan cukup, tapi tenang aja aku akan jabarin secara singkat soal treatment khususnya. Ada tiga treatment khusus di antaranya; Silkpeel treatment, Pro Yellow Laser, dan Venus Viva Treatment.

Silkpeel treatment ini menggunakan empat jenis serum lho, yakni vitamin C Skin Hydrating Solution, Clarity MD Pore Clarifying, Lumixyl Skin Brightening, Ultra Hydrating (Anti Aging) yang menggunakan metode hydrodermabrasion atau peeling menggunakan alat khusus. Tujuannya  untuk mengangkat sel kulit mati, memperbaiki hidrasi kulit, memperbaiki lapisan kulit, dan yang nggak kalah penting yaitu untuk membersihkan musuh kita bersama -komedo. 

Pro Yellow Laser ini jadi pilihan kalau masalah kulitmu adalah munculnya pembuluh darah yang terlihat jelas di wajah, semacam urat-urat merah yang tampak gitu deh. Nggak hanya itu, treatment laser ini juga bisa meratakan warna kulit dan peremajaan kulit. 

Venus Viva Treatment ini cocok untukmu yang punya masalah bekas jerawat, atau sampai taraf 'bopeng'. Masalah kulit ini bisa dibilang nggak cukup kalau hanya dengan skincare, perlu banget dibantu dengan treatment yang optimal mengembalikan tekstur. Nah, Venus Viva Treatment ini nggak main-main karena menggunakan teknologi Fractional dan Radio Frequency yang ampuh mengembalikan tekstur kulit jadi lebih merata.

Masih banyak sih treatment-treatment kece lainnya, buatmu yang penasaran bisa langsung dateng ke Elsheskin Clinic untuk tanya-tanya lebih lanjut. 

Setelah belajar tentang kesehatan kulit, kami diajak untuk mencintai bumi dan lingkungan lewat campaign #WeLoveThePlanet



Kayaknya Elsheskin akan jadi produk idola deh. Selain produk berkualitas, treatment lengkap dan acara seru, Elsheskin juga mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan lewat campain #WeLoveThePlanet. Taglinenya "Love Your Skin, Love Your Planet". Kita semua diajak untuk menukarkan sampah kering yang bisa direcycle kemudian ditukarkan dengan nail polish. Seru banget!

Caranya gampang, cukup bawa 3 sampah keringmu, masukan ke sisi booth yang bertuliskan 'Recycle Here', lalu upload fotomu di booth, tunjukan ke tim Elsheskin, dan kamu bisa bawa pulang produk nail polish yang warnanya lucu-lucu deh. 

Tenang aja, nggak cuma teman-teman Jogjabloggirls kok yang bisa ikutan campaign ini, melainkan semua pengunjung yang datang ke booth Elsheskin di Hartono Mall. Acaranya berlangsung sampai 12 Mei 2019 di Artrium mall, jadi jangan sampai ketinggalan ya! 





Kalau masih penasaran soal campaign #WeLoveThePlanet juga ragam produk dan treatment di Elsheskin kamu bisa lho kepoin Instagramnya yaitu @elsheskinclinic dan @elsheskin atau bisa juga mampir ke website www.elsheskin.com

Kamis, 18 April 2019

Soft Opening Jogja Medical Center & ZGlow: One Stop Clinic Lengkap untuk Anak dan Bunda


Rasanya perempuan dan perawatan kulit seperti dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Iya atau iya? Ada seorang teman yang pernah bilang “kalo di bawah 20 tahun cantik tuh berdasarkan keturunan, tapi kalo 20 tahun ke atas itu berdasarkan perawatan” katanya sambil tertawa yang kemudian diamini oleh perempuan-perempuan di sekitarnya. Yah akupun sadar bahwa di usia-yang-tak-muda-lagi-ini perawatan kecantkan itu penting sekali. Nggak heran, kalau sekarang ragam skin care dan klinik kecantikan ramai bermunculan. Di Jogja aja hampir di setiap ruas jalan utama ada aja aesthetic clinic.

Nah, ada satu yang menarik perhatianku minggu lalu (selain tertarik foto selfie Nicolas Saputra tentunya), yakni Jogja Medical Center. Terdengar seperti klinik-klinik biasa yang menggunakan nama Jogja biar ada kesan istimewanya? Eits jangan salah, kukira juga gitu, tapi klinik ini jadi menarik karena bukan hanya menawarkan klinik aesthetic yang bikin ciwi-ciwi makin cantik, tapi ini lengkap banget. Nggak salah kalo akhirnya aku mengklaim tempat ini sebagai ‘one stop clinic’. Mulai dari perawatan kecantikan, poli umum, poli gigi, sampai klinik tumbuh kembang anak ada di sini. Gokil sih!

Lucky me, pada saat soft opening-nya (13/04/19) aku dan rekan-rekan Jogja Bloggirls diundang untuk datang ngobrol-ngobrol lucu dengan jajarannya dan room tour ke Jogja Medical Center. Yuk intip keseruannya!

Dresscode bernuansa soft pink berpadu dengan dekorasi bernuansa biru

Jogja Bloggirls (photo by www.monicasgustami.com)
Influencer dan Blogger Jogja (photo by Tribunnews)


Kenalan dengan co-founder, founder, hingga jajaran psikolog dan dokter

(photo by www.honeyva.com)

Di acara ini kami diajak berkenalan dengan jajaran founder dan staf dari Jogja Medical Center dan Z glow. Bu Futri Zulfa selaku Founder dari Z-Glow Clinic menjelaskan sejarah bagaimana Z-Glow dan JMC terbentuk. Eh wait, biar pada nggak bingung sebenernya Zglow itu apaan, jadi akan kujelaskan. Jadi Jogja Medical Center merupakan cabang ke-5 dari Z-Glow Clinic yang merupakan paket lengkap, bukan hanya kecantikan tapi juga mengusung family clinic, dan sesuai namanya tentu aja karena tempatnya di Jogja. Jadi singkatnya ya, JMC merupakan bagian dari Z-Glow Clinic yang lebih lengkap bukan hanya kecantikan, tapi ada poli umum, gigi, dan tumbuh kembang anak. 


Kami juga diajak keliling-keliling poli Jogja Medical Center, yuk kenalin ada apa aja

Pertama, kami diajak menyusuri bagian registrasi lalu diajak ke poli umum dan poli gigi. Tatanan tempatnya tentu saja sangat bersih dan rapi. Masuk ke dalam lagi, kami di antar ke ruang tunggu klinik kecantika Z-glow. Sesuai dengan namanya glow, tempat ini bernuansa glowing dan kuning, instagramable banget deh. Lanjut ke dalam kami diajak ke dua ruang perawatan.

perawatan kecantikan Zglow (photo by www.honeyva.com)
Naik ke lantai 2, ini gantian areanya anak-anak yakni klinik tumbuh kembang anak. Selain didampingi psikolog anak, yang bikin makin menarik, tempat ini didesign bak taman bermain anak-anak. Jadi, kalau bunda mau dimanja dengan perawatan kecantikan nggak perlu khawatir anaknya dijaga siapa, karena Jogja Medical Center punya tempat terbaik buat anak-anak. Seru banget deh pokoknya.


klinik tumbuh kembang anak

Well, banyak banget keseruan dari acara ini, yang kayaknya kalau diulas selengkap-lengkapnya butuh berlaman-laman deh. Jadi, untukmu yang masih penasaran dengan Jogja Medical Center dan juga Z-Glow bisa kepoin di sosial medianya dan juga laman resminya ya!





Jogja Media Center
Jl. Gondangraya, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Instagram : @jogjamedicalcenter dan @Z_Glow.id

Rabu, 26 Desember 2018

Hibernasi, Caraku Berdamai dengan Diri Sendiri



Saat orang-orang memilih liburan ke tempat-tempat seru, akhir tahun ini aku memilih ambil cuti dengan alasan “hibernasi”. Aku memilih hibernasi karena aku merasa tubuhku butuh istirahat, butuh rehat dari hal-hal yang membuat kepalaku tegang dan hubunganku dengan diri sendiri renggang.
Cerita bermula dari sini…..

2018 in a nutshell

Tahun 2018 bisa dibilang tahun yang paling chaos dalam sejarah perjalanan hidupku. Mengawali tahun dengan asam lambung, 6 bulan pertama di tahun 2018 aku cukup struggling karena sering banget perut nyeri tengah malem. Selain itu, tahun ini jadi masa patah hati panjang buatku, sialnya pas lagi sedih-sedihnya karena galau, asam lambung kumat hampir tiap hari, jadi sakitnya dobel dari sakit hati sampe ke ulu hati.

2018 kerasa cepat banget, semua serba 'waz-wez-waz-wez', tahu-tahu ada ini, eh tahu-tahu ada itu, baru mikir itu udah ada anu, semuanya jadi kerasa berantakan (kalimat ini juga strukturnya berantakan). Ke luar kota yang dulu asik, kini jadi hal yang ingin kuhindari dan ingin rasanya bilang “aku boleh di Jogja aja nggak sih?”.

Aku jadi banyak ngeluh, menyalahkan keadaan, dan seringnya menyalahkan diri sendiri. Menyalahkan diri sendirinya bukan dalam bentuk positif untuk introspeksi melainkan jadi blaming and hating myself dan bikin mental breakdown.

Merasa nggak cocok dengan kerjaan, merasa diri ini nggak ada kemampuan, merasa stress sendirian sampe merasa Tuhan nggak sayang. Beberapa bulan terakhir aku jadi lebih emosional, gampang terpancing hal-hal nggak penting, dan pelan-pelan aku mulai menjauh dari society. Ada beberapa orang yang sensitif berpikir kalau aku marah, benci dan menjauhinya, padahal aku membuat jarak hampir ke semua orang. Jadi kalau ada yang berpikir aku ada masalah sama si A si B si Z itu salah besar. It’s totally not personal issue between me and someone else, but me and myself.

Di titik itu aku paham bahwa aku sedang menghadapi yang namanya “Quarter Life Crisis”. Buat yang gak tau, jadi quarter life crisis itu sindrom yang dialami orang-orang usia around 25 tahun, yang ditandai dengan kehilangan motivasi, merasa gagal, galau berlebihan, dan menarik diri dari pergaulan. Btw, bulan Oktober kemarin aku 25 tahun, so quarter life crisis is real.

Seolah bisa membaca pikiranku yang saat itu lagi kacau-kacaunya, tiba-tiba seorang teman ngirimin video ngaji filsafat (ngirim jam 3 pagi pula) yang judulnya ‘Sendiri’ dan dia bilang “sesekali menjauhlah dari keramaian, biar bisa merenung”  

Singkat cerita, sejak itulah aku berniat rehat sejenak dari segala aktivitas untuk merenung, tentunya setelah semua tanggung jawab di tahun ini selesai.

When an extrovert decided to hibernate

Sebagai seorang ESFP, berdiam diri sendirian tuh sejujurnya membingungkan. Hari pertama aku malah lemes seharian, yah orang extrovert kan recharge energinya kalau ketemu orang di tengah keramaian. Kira-kira begini aktifitasku; tidur- bangun siang- ketiduran- nonton YouTube- ketiduran-buka instagram- ketiduran. What a life!

Tetiba aku kangen Hartono Mall, Ruang Kerja, Hipwee, serta karaoke dan gibah bersama sobat dan kerabat. Antiklimaks dong kalau hari pertama aja aku menyerah, jadi kapan merenungnya?!!

Seolah Tuhan tidak mengehendaki aku untuk menyerah dari hibernasi, akupun sakit mata, --gede banget berbintil-- jadilah aku benar-benar sendirian karena malu kalo ketemu orang.

Aku mulai merenung dan berpikir untuk mencintai diriku. Sejujurnya mencintai diri sendiri itu konsep yang menurutku abstrak, aku merasa gak cukup puas hanya dengar kalimat motivasi "love yourself first", yo piye carane lek? Aku butuh cara yang konkret dan aplikatif.  Setelah baca-baca artikel dan nonton YouTube @gitasav akhirnya aku paham, hal sederhana untuk mencintai diri sendiri adalah dengan mengenali diri. Konkretnya kenali kelebihan dan kekuranganmu. Hal yang jadi kelebihan dikembangkan, yang jadi kekurangan diperbaiki, kalau nggak bisa perbaiki disyukuri apapun kekurangan itu.  

Baiklah.

Hal pertama yang aku lakukan adalah ke apotek beli obat mata, yakali mata berbintil didemin gitu aja wkwk. Terus ke dokter kulit karena aku mulai ngerasa nggak pede sama bruntusan di mukaku yang nggak sembuh-sembuh. Menutup tahun dengan saying bye-bye to all of my Korean skincare yang ternyata membuat kulitku bermasalah parah. Demi #2019LebihGlowing dan #2019MenujuNanaMirdad.

Aku kembali (berniat) memulai hidup sehat. Belanja sayur-sayuran buat persediaan selama hibernasi, karena kata dokter kulitku bermasalah karena faktor makanan sembarangan dan mataku katanya ada gumpalan lemak jadi harus perbanyak sayur dan buah. Baiklah demi  #2019LebihSehat dan tetap #2019MenujuNanaMirdad. 

Walaupun namanya hibernasi tapi aku mencoba tetap produktif. Aku menghabiskan hari dengan nyuci baju, masak, nyuci piring, dan beresan kamar yang tadinya kayak kapal pecah diterjang tsunami. Aku stop posting instagram story untuk sementara waktu, entahlah apa pengaruhnya tapi menurutku aku butuh detoks dari hal-hal yang sebenarnya kurang penting. Sederhana memang, tapi entah kenapa beberapa hari ini aku jadi banyak bersyukur dan beban perlahan berkurang.

Dan… akhirnya memutuskan untuk nulis blog lagi setelah sekian lama. Bagiku menulis adalah cara terbaik untuk memikirkan diriku, merenungkan hidupku, dan mengekspresikan apa-apa yang ada di kepalaku, yang mungkin aku gak bisa ceritakan ke orang-orang secara langsung. Senang bisa kembali menulis. 

Masih ada beberapa hari untuk hibernasi, sebelum tahun baru datang lengkap dengan cerita-cerita baru. Aku berdoa semoga hari-hari ini bisa jadi awal yang baik untuk berdamai dengan diri sendiri. Atas apa-apa yang dipersiapkan Tuhan untukku tahun depan semoga aku bisa lebih bersyukur.

Sebagai penutup, terima kasih untuk semua orang yang menemaniku di tahun 2018 ini, semua orang-orang baik yang membuatku lebih kuat, orang-orang yang mungkin kurang baik yang membuatku banyak belajar, dan orang-orang yang hanya lewat seklibat di hidupku tahun ini terima kasih banyak


Selasa, 21 Agustus 2018

Prambanan Jazz 2018; Kesan dan Cerita Keseruan di Dalamnya


Kalau kamu cukup mengenalku, kamu pasti tahu kalau aku suka banget nyanyi, karaokean, dan nonton konser. Wait, sebelum beranggapan kalau suaraku bagus dan aku jago main musik, mari kita luruskan. Pertama, walaupun aku suka nyanyi tapi percayalah suaraku sungguh tydac bagus. Kedua, aku suka banget karaoke karena di sana aku bisa dapat nilai 99 plus bonus tepuk tangan walaupun nadaku berantakan. Ketiga, aku suka nonton konser musik karena aku bisa nyanyi teriak-teriak tanpa ada yang bilang "berisik, Tir!!!" atau "nadanya nggak pas, Tir!!!" Yes, everybody doesn't give a f*ck how bad your voice is, as long as you can sing along.

Sampai sini kamu tahu dong gimana kira-kira suaraku? Gapapa, I love myself :))

Sudah cukup pembukaanya, mari kita masuk ke inti tulisan yang tida ber-inti ini. Jadi, dua hari kemarin aku nonton acara musik yang lumayan hits di Jogja, Prambanan Jazz 2018. Dari pengalamanku, ada beberapa poin yang aku amati dan aku coba bagikan melalui tulisan ini.

NB: Aku akan ulas printilan-printilan acaranya, yang memang beberapa tida esensial. Jadi jangan berekspektasi kalau aku akan sharing tentang kualitas musik setiap performer-nya, tentu tida dong~

Hal-hal umum yang perlu kamu tahu tentang Prambanan Jazz 2018



Pertama, acara ini diadakan di Candi Prambanan, iya dong masa di Malioboro (sampe sini udah merasa waktumu terbuang sia-sia baca ini?) Kedua, walaupun acara ini bertajuk "Jazz" tapi  line-up nya nggak semua penyanyi Jazz, justru yang bener-bener musisi jazz bisa dihitung jari. Ketiga, acaranya berlangsung 3 hari, yang masing-masing dibagi ke dalam 2 panggung; Hanoman stage dan Rorojonggrang stage. Keempat, harga tiketnya bisa dibilang nggak 'anak kosan friendly'. Kamu harus merogoh kocek Rp. 700.000 untuk bisa nonton Prambanan Jazz kelas festival selama 3 hari, itu belum termasuk spesial show. Kalau kamu beli daily pass kamu harus mengeluarkan uang Rp.300.000 untuk kelas festival (tidak termasuk spesial show) dan Rp.400.000 kelas festival (termasuk spesial show). Walaupun nggak murah, tapi worth it lah buat kamu penikmat musik dan pengen nonton konser dengan pemandangan kemegahan candi yang luar biasa bagus, you can feel that great atmosphere.

Line-up yang nggak sebanyak tahun lalu, mungkin jadi faktor Prambanan Jazz 2018 nggak lagi bermasalah dengan waktu yang molor. Justru on time banget, salut!

Kamu pasti masih ingat soal postingan Instagram Afgan tahun 2017 soal acara Prambanan Jazz yang super molor dan lampu panggungnya terpaksa dimatikan karena Sarah Brightman harus tampil? Peristiwa ini nggak akan kamu temukan di Prambanan Jazz 2018 (yaiyalah, kan emang tahun ini nggak ada Afgan dan Sarah Brightman, duh). Belajar dari tahun lalu, tahun ini acaranya on time banget dan susunan acaranya rapi. Saking on time nya sampe-sampe aku kelewatan 2 lagu Rendy Pandugo dan 4 lagu Abdul & The Coffee Theory gara-gara aku dateng telat #pengenangis. 

Line-up Prambanan Jazz 2018 ini lebih sedikit dari tahun 2017 yang sampe 50 penampil. Tahun ini bisa dibilang memang nggak terlalu banyak, jadi pengaturan waktunya menurutku tepat, ngaretpun nggak lebih dari 10 menit. Salut deh buat panitianya.

Musisi-musisi 'senior' banyak ambil bagian di sini. Event musik memang seharusnya bukan cuma milik anak muda, kan?


Nggak melulu tentang Hivi! Yura Yunita, Rendy Pandugo, atau Arsy-Jodie yang digandrungi anak muda, banyak juga deretan musisi senior yang tampil di event ini. Mulai dari Iwa K, Letto, Gigi, Dewa 19, Kahitna, Kla Project, Java Jive hingga Boy Zone ada di sini. Seolah menunjukan bahwa generasi X dan Baby Boomers juga butuh hiburan kan? yah itung-itung nostalgia. Nyatanya yang datang memang nggak hanya anak muda. Seru sih ini bisa jadi pilihan tontonan keluarga, bapak ibu nonton Kla Project dan Java Jive anaknya nonton Hivi! dan Arsy-Brisia Jodie, yagaseeeh. 
Btw, hari pertama aku ketemu dosenku yang nonton bareng anak dan istrinya, so kewl.
Dosen junjunganque~

Panggung Hanoman di sore hari lumayan menantang matahari, jadi pakai kaca mata hitam adalah sebuah keharusan. Biar nggak 'blereng gess'!

Rendy Pandugo on stage

Rendy Pandugo dan Abdul & The Coffee Theory adalah 2 musisi yang membuatku super excited nonton Prambanan Jazz 2018. Sayangnya, keduanya tampil saat matahari lagi pada peforma panas terbaiknya. Rendy di hari pertama pkl.15:30 dan Abdul di hari kedua pkl. 15:15. Huh,  aku sesedih itu karena mereka tampil di awal saat masih panas, terlebih Rendy Pandugo tampil di Hanoman stage yang natap matahari langsung. Salahnya, hari pertama aku nggak bawa kaca mata hitam, jadi 'blereng gess' liat Rendy Pandugo. Well, kalau musisi idolamu juga tampil di awal, mending kamu bawa kaca mata hitam dan jangan dateng mepet-mepet biar nggak kehilangan momen. 

Kamu harus modal! Harga makanan di Pasar Kangen Prambanan Jazz lumayan mahal. God blessed me, I got meals for free at Media Lounge

Photo by Ayeng Ayeyeng
Selain kamu harus modal beli tiket nonton dan tiket masuk area Candi Prambanan, kamu juga harus cukup modal untuk beli makan dan minuman. Ada stan Pasar Kangen yang akan menyelamatkanmu dari lapar dan haus, tapi harganya bener-bener bikin kamu kangen dengan pundi-pundi rupiah di dompetmu (aku nulis ini sambil mengenang uang sepuluh-rebu yang kubelikan sebotol air mineral merek Prima). Tapi balik lagi mari kita pikirkan biaya yang harus penjual keluarkan buat buka stan di sana, pasti nggak murah kan? Makanya sejak awal pastikan kamu datang dengan modal yang cukup.

Berhubung aku datang dengan id pers, jadi aku -yang-tydac-cukup-modal-ini- terselematkan dari kemisqueenan, yah walaupun sempet beli minum air putih sepuluh-rebu (tep nggak ikhlas).

Finally, acara ini memang jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan cinta Rizky Febian, tapi it was fun and worthy enough

Masih banyak celah yang bisa dievaluasi dari Prambanan Jazz tahun ini, tapi so far acaranya rapi dan mengesankan. Senang bisa nonton Prambanan Jazz 2018, terlebih aku memang sudah lama nggak nonton acara musik, jadi yah merasa terhibur banget. Konsep acara musik sambil menunjukan kemegahan tempat wisata ini layak untuk diapresiasi. Salut!

Semoga setelah ini aku bisa dapet kesempatan untuk nonton acara musik seru lainnya (terlebih yang ada Rendy Pandugo). 

hahaha AMEEEEN.


find me on Instagram @tirahardaning

My buddies <3
@skuathipwee - day 1
Sobat move on que - day 2






Minggu, 22 Juli 2018

Semester 2 In A Nutshell; Tentang Keluhan Panjang yang Hari Ini Kurayakan



Kalau ditanya kapan masa di mana aku lebih banyak mengeluh? Semester 2 di S2 adalah jawabnya.
Beban tugas review mingguan dan 8 kali presentasi untuk 6 mata kuliah yang harus disiapkan, ditambah 6 event kantor yang harus di-handle dan 3 di antaranya di luar kota, membuatku harus putar otak untuk benar-benar bisa bagi waktu. Ditambah masih disibukkan dengan apply beasiswa sana sini yang berujung nggak lolos karena kurang persiapan. Sialnya lagi, urusan hati--yang nggak penting--ambil bagian cukup besar untuk menguras energi, pikiran, dan perasaan, yah lagi-lagi harus menambah beban semester ini.

Entah berapa banyak keluhan yang aku lontarkan dan entah berapa banyak orang yang aku buat kesal karena harus mendengarkan keluhanku saat itu.

Aku banyak mengeluhkan jam tidur yang semakin nggak beraturan. Aku mengeluhkan tumpukan tugas yang baru kukerjakan H-beberapa jam di sela-sela pekerjaan. Aku mengeluhkan orang-orang yang membuat janji lalu seenaknya membatalkan. Buatku di semester ini, waktu adalah hal yang nggak sembarangan.

Mengeluh dan menyalahkan keadaan adalah hal yang lazim aku lakukan di semester ini. Parahnya itu kulakukan juga di sosial media, dengan berlindung pada fitur “close friends” Instagram. Oh men, kalau ingat itu aku jadi merasa hina.

Kalau kata Mark Manson di buku The Subtle Art of Not Giving A F*ck, hal ini yang dinamakan tren menjadi korban; melepaskan tanggung jawab dengan menyalahkan orang lain. Padahal kalo dirunut ke belakang semua adalah pilihan yang aku buat sendiri. Aku sendiri yang memilih kuliah sambil tetap aktif kerja, aku juga yang pilih peminatan mata kuliah, yaaaah lagi-lagi aku juga yang memilih untuk buang-buang perasaan ke orang yang sudah jelas memang nggak jelas. Jadi, yang perlu aku lakukan adalah menerima konsekuensi atas pilihanku sendiri, kemudian belajar, instead of ngeluh dan nyari-nyari objek untuk disalahkan. 

How to deal with my stress?

via Pexels.com
Karena mengeluh tidak akan menghasilkan apa-apa, maka yang harus aku lakukan adalah jalani saja, toh masih banyak yang bisa aku syukuri. 

Kalau sebelumnya aku berpikir aku harus totalitas ke semua hal, ke kerjaan dan ke semua mata kuliah. Ngerjain tugas bisa 3 hari sebelum deadline kalo nggak ya uring-uringan. Tapi nyatanya aku memang bukan samson-wati dan aku bisa stress juga. Jadi, aku mulai fokus pada hal-hal yang membuatku bahagia. Daripada stress memikirkan matakuliah yang nggak kusuka, aku mulai fokus ke matakuliah mana yang aku suka, topik apa yang akan aku pilih untuk paper UAS, serta matakuliah mana yang paling menarik untuk bahan tesis. Sisanya ya aku nggak perlu ngoyo-ngoyo amat ngerjain tugasnya, itung-itung hemat energi. Termasuk lebih selektif menerima ajakan main dan undangan-undangan di waktu weekend, kalau bisa dipakai untuk istirahat mending istirahat. 

People I'm struggling with

abaikan my potato face :(
Pada akhirnya memang semester ini tidak seburuk kelihatannya, karena ada orang-orang luar biasa yang aku temui. 

Semester ini aku ambil peminatan Manajemen Komunikasi, peminatan yang paling banyak mahasiswanya. Karena orangnya paling banyak, jadi karakter, usia dan latar belakangnya juga beragam. Menyenangkan, aku bisa belajar memahami lebih banyak sifat dan karakter orang-orang di sini. Mereka yang banyak membantuku di kelas, sesederhana saat aku presentasi, mereka nggak nanya yang susah-susah (itu termasuk membantu hahaha), belum lagi kalau ada materi kuliah yang aku nggak paham, selalu ada orang-orang yang bisa menjelaskan (lebih jelas dari dosennya bahkan).

Special thanks to Ashar dan Dessy, anak MK yang dengan “ikhlas” melengkapi presensiku saat aku nggak bisa masuk karena kerjaan di luar kota.

Ruang Kerja, 00:23 WIB
Selain anak-anak MK, ada anak-anak peminatan sebelah yang mengisi hari-hariku semester ini. Mba Tika & Ian, manusia-manusia penghibur kesayangan, who are struggling with their each fucking love story, but always have a time to make me laugh and feel loved. Daru & Yy, calon-calon dosen idolaque, who are struggling with their study but always have a time to motivate and inspire me, dan surprisingly semester ini IP kita bertiga sama.

How lucky I am to have them as my circle

"Everything seems impossible until it's done"

via Pexels.com

Someone reminded me that "everything seems impossible until it's done". Dan hari ini aku percaya, yang perlu aku lakukan memang hanya menjalaninya sesulit apapun kelihatannya. Nyatanya bisa juga berjalan dengan baik dan nggak ada yang lebih melegakan dari itu.

Aku belajar banyak hal di semester ini, belajar manajemen waktu, manajemen energi, manajemen hati, dan belajar 'bodo amat' untuk hal yang sebenernya nggak penting-penting amat. Yah sampe sekarang juga masih belajar sih. Masih banyak banget pe-er yang harus aku cari tahu rumusnya dan siap nggak siap harus aku jalani.


Terima kasih semester 2 telah membuatku banyak belajar dan bersyukur.Selamat datang semester 3, aku bocahmu!


Selasa, 15 Mei 2018

Kenalan sama Lacoco dan Cosvie, Produk Kecantikan Berbahan Alami yang Kaya Manfaat



Hai,

Minggu lalu, tepat di Hari Bumi, aku dan teman-teman dari Jogja Bloggirls dateng ke Launching Day Lacoco Cosmetics, lho! Jadi, Lacoco adalah produk yang diluncurkan oleh PT Natural Nusantara bekerjasama dengan PT AVO Innovation Technology dengan mengedepankan bahan-bahan alami a.k.a netcurel. 

Acara Launching Day Lacoco itu diadakan tanggal 22 April 2018 di East Parc Hotel. Sesuai dengan konsep produk Lacoco yang memang mengedepankan bahan natural, tema acara ini adalah “Bringing New Hope, Through Nature”.



Nggak tanggung-tanggung, Lacoco menggandeng Sarah Ayu dan dr. Boy Abidin, SpOG (dr. Oz) sebagai bintang tamu yang menambah daya tarik acara ini. Sarah Ayu sharing tentang pentingnya kesehatan kulit dan penggunaan skincare. Sementara dr. Boy Abidin membahas soal pentingnya menjaga kebersihan daerah kewanitaan. 

Sebagai perempuan yang kadang suka cuek sama kesehatan kulit dan daerah kewanitaan, dateng ke acara ini jadi kayak tamparan gitu. Sarah Ayu dengan kulit glowingnya mengajak para perempuan yang datang untuk nggak cuma tampil cantik lewat make-up tapi juga diiringi dengan skincare yang tepat biar kulit bisa tetep sehat dan bisa bernafas walau pakai make-up berat. dr.Boy Abidin juga nggak kalah kece, beliau menjelaskan dengan detail penyakit daerah kewanitaan, cara mencegah hingga perawatan yang tepat. Macem investasi masa depan lah ya.

Sayangnya, karena acara rame banget yang dateng jadi nggak bisa foto bareng Sarah Ayu dan dr  Boy Abidin deh. Tapi bisa lihat dari jauh dan dengerin materi yang berfaedah aja udah lumayan seneng kok. Aku anaknya emang gampang seneng.

Di sana ada juga display produk-produk dari PT. AVO lho!


Dalam acara Launching Day, Lacoco Cosvie memperkenalkan delapan produk, diantaranya; CosVie Woman Hygiene Treatment Essence, Hydrating Divine Essence, Watermelon Glow Mask, Amazonian Charcoal Glow Mask,  Bust Fit Concentrate Serum, Ultimate Golden Swallow Facial Foam, Aloe Vera Soothing Mist, dan Intensive Treatment Eye Serum.



Nggak cuma mupeng liatin display produk-produk Lacoco dan Cosvie, aku dapat 2 produk yaitu Lacoco Amazonian Charcoal Glow Mask dan Hygiene Treatment Essence .

Pertama, aku mau bahas Charcoal Glow Mask yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama seperti si dia, dia siapa. Sesungguhnya awalnya aku dapat yang Watermelon Glow Mask, tapi berhubung Rahma empunya Jogjabloggirls berbaik hati, jadilah kami tukeran produk dan aku dapat Charcoal Glow Mask. Yeay! (baiq ini tydac penting). 

Sedikit gambaran, kulitku syuper oily dan pori-poriku lumayan besar bisa untuk menanam umbi-umbian, oke ini lebay, makanya aku butuh produk ekstra detoksifikasi kulit. Nah beruntungnya, Charcoal Mask Lacoco ini punya keunggulan membersihkan pori-pori yang tersumbat secara mendalam dan membebaskan kulit dari racun.

Saat masker ini dipakai ada sensasi dingin dari mint jadi kerasa nyaman gitu, terlebih ada scrubnya jadi saat dibilas bisa sambil digosok halus di wajah. Efeknya kalau sekali pakai memang nggak langsung buat glowing, tapi kerasa banget jadi seger dan sel-sel kulit mati terangkat. Syukurnya setelah 3 kali pemakaian aku ngerasa cocok-cocok aja dan sama sekali nggak bermasalah di kulitku. So, ini bakal jadi produk yang rutin aku pakai seminggu 2 kali deh. Can't wait to see the best result <3




Produk kedua yang aku dapat adalah Hygiene Treatment Essence, ini adalah produk investasi masa depan. Kenapa gitu? yash karena ini adalah produk untuk menjaga kebersihan dan kesehatan daerah kewanitaan. Sebelumnya aku memang bukan perempuan yang terlalu interest sama produk-produk semacam ini, merasa belum perlu. Tapi setelah dengar penjelasan dr.Boy Abidin jadilah aku mulai aware dengan kesehatan area kewanitaan.

Nah produk ini punya Cos-Vie Hygiene Treatment Essence ini terformulasi khusus untuk menjaga kestabilan pH sehingga terhindar dari rasa gatal dan bau tak sedap area kewanitaan yang cukup iyuuh itu. Well, bedanya produk ini dari produk-produk kebanyakan adalah pemakaiannya nggak perlu dibilas, jadi memang dibiarkan menyerap di area kewanitaan. Baiq

Sebagai perempuan yang akan menikah sekalipun jodoh belum terlihat, produk ini penting banget karena selain bisa menjaga kesehatan area kewanitaan, ekstrak bunga sakura yang terkandung di dalamnya bisa juga mencerahkan area kewanitaan. Wagelaseeh

Overall, aku seneng bisa mengisi weekend produktif  dengan datang ke acara ini. Selain nambah ilmu, bisa seru-seruan dengan Jogjabloggirls, aku bisa juga dapat produk-produk yang kaya manfaat. Semoga bisa datang ke event-event semacam ini lagi :)



By the way, kalau kamu penasaran dengan produk-produk kaya manfaat lainnya dari Lacoco dan Cosvie, kamu bisa mampir ke www.lacoco.co.id












Jejak Kaki Harda. Diberdayakan oleh Blogger.

Jejak Kaki Harda

Catatan perjalanan anak muda (yang nggak muda-muda amat) bernama Harda. Tentang gaya hidup, pengalaman tak terlupakan, dan hal unik yang menarik untuk dikulik~

Send Quick Message

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Recent

Pages